PYONGYANG,KOMPAS.com-Korea Utara memulihkan jalur telepon "hotline" lintas perbatasan dengan Korea Selatan setelah dihentikan awal bulan ini.
Jalur hotline ini digunakan untuk mengkoordinasikan perpindahan barang dan manusia di lintas perbatasan dan karena tidak ada jalur telepon itu maka para pejabat menggunakan catatan yang diserahkan langsung.
Pyongyang memotong jalur telepon hotline ini sebagai protes atas latihan militer Amerika Serikat-Korea Selatan.
Sementara itu Korea Utara membenarkan bahwa dua perempuan wartawan Amerika telah ditangkap di perbatasan China-Korea Utara dan kasus ini sedang diselidiki.
Kantor berita resmi Central News Agency menyatakan, kedua wartawan ditahan hari Selasa "ketika secara ilegal menyusup wilayah DPRK (Korea utara)". "Lembaga yang kompeten kini menyelidiki kasus ini," tambahnya. Amerika Serikat sebelumnya menyatakan prihatin mengenai nasib dua perempuan itu.
Secara terpisah Korea Utara mengindikasikan akan membuka lagi pelintasan perbatasan yang terhubung dengan zona industri bersama Korea di kawasan Korea Utara. Sebelumnya presiden China mendesak Korea Utara kembali ke meja perundingan yang membahas program nuklir Korea.
Perundingan enam negara yang juga menyertakan Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang dan Rusia bertujuan menawarkan bantuan ke Pyongyang dengan imbalan Korea Utara mengakhiri kegiatan nuklir yang kontroversial. “Kami berharap pihak yang relevan dapat mempertimbangkan seluruh situasi, secara tepat menyelesaikan perbedaan mereka dan memajukan perundingan enam pihak," kata Presiden China Hu Jintao.
Namun perundingan menemui jalan buntu selama berbulan-bulan karena pertikaian dengan Amerika Serikat mengenai bagaimana memverifikasi kegiatan nuklir Korea Utara yang lama. Situasi semakin panas dengan pengumuman Korea Utara yang merencanakan pengujian roket awal bulan depan.
Kaesong dibuka lagi
Jalur hotline yang kini telah dipulihkan bertujuan sebagai alat komunikasi langsung di tengah ketegangan yang tinggi. Jalur ini juga digunakan untuk mengkoordinasikan perpindahan manusia dan barang melalui zona bebas militer yang dijaga ketat.
Perbatasan antara dua Korea telah ditutup sejak jalur komunikasi diputuskan 9 Maret lalu ketika latihan militer Amerika-Korea Selatan dimulai. Penutupan itu membuat pekerja Korea Selatan tertahan di zona industri bersama dan berpengaruh buruk terhadap bisnis di sana.
Jalur ditutup karena Korea Utara keberatan dengan latihan militer tahunan oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat yang dikatakan dicurigai sebagai pembukaan dari invasi.
Hari Sabtu, juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan Lee Jong-jo mengatakan Pyongyang juga memberitahukan secara informal akan membuka lagi lalu lintas perbatasan dari dan ke kompleks industri di kota perbatasan Korea Utara Kaesong. Usaha patungan ini merupakan sumber utama mata uang penting bagi Korea Utara.
