JAKARTA, KOMPAS.com — Kematian David Hartanto Widjaja (21), mahasiswa Indonesia yang kuliah di Nanyang Technological University (NTU), sampai saat ini masih menjadi misteri. Pasalnya, kematian David yang dikabarkan bunuh diri dengan melompat dari lantai empat setelah menusuk dosen pembimbingnya yang bernama Profesor Chan Kap Luk belum menemui jalan terang dari penyelidikan polisi Singapura.
KBRI di Singapura sendiri sampai saat ini belum memberikan perkembangan terbaru dari kasus kematian David kepada orangtua David. Demikian diungkapkan Hartanto Widjaja, ayah David, di Jakarta, Selasa (17/3).
Dalam kesaksiannya kepada wartawan, Hartanto curiga anaknya tewas bukan karena bunuh diri, tapi dibunuh. Ia mengatakan, kecurigaan tersebut berawal ketika ia datang ke Singapura untuk melihat jenazah anaknya.
Pada hari pertama kedatangannya, ia tidak langsung diperkenankan melihat jenazah David dengan alasan untuk keperluan otopsi. Sementara itu, ketika tiba di TKP sekitar 7 jam setelah kejadian, kondisi TKP sudah bersih seperti tidak terjadi apa-apa. Bahkan, Hartanto mengaku tidak diizinkan petugas memasuki ruangan dosen pembimbing David, yang diduga sebagai tempat penusukan.
Lebih lanjut ia mengatakan, ketika diizinkan melihat jenazah David, ia hanya diizinkan melihat jenazah David dari luar ruangan yang dibatasi kaca.
Esoknya, setelah otopsi selesai ia mengaku baru diizinkan melihat mayat David secara langsung. Itu pun hanya sebatas kepala sampai leher, sementara dari badan sampai ujung kaki David ditutup rapat dengan plastik. Menurut pengakuannya, ada kejanggalan di leher David. "Ada plester memanjang 3 baris di leher David," ujar Hartanto. Ketika ia menanyakan kepada dokter yang melakukan otopsi, mereka hanya mengatakan, luka tersebut mungkin termasuk bekas luka ketika David melompat dari lantai 4.
Namun, Hartanto curiga luka tersebut adalah bekas luka kekerasan fisik terhadap anaknya sebelum meninggal. Dugaan bahwa David tidak tewas karena bunuh diri juga didukung bukti foto yang ditunjukkan Christovita Wiloto, praktisi komunikasi yang giat mem-post setiap video dan link artikel berita kematian David di groups facebook Investigate The Death of DAVID WIDJAJA Thoroughly - USUT TUNTAS KEMATIANNYA.
Menurut Christovita, pada salah satu fotonya mengenai kasus David yang didapat dari berbagai sumber di Singapura terdapat kejanggalan yang ditemui pada jenazah David.
Ia mengatakan, pada foto tersebut terlihat bekas darah yang terdapat di belakang bokongnya. Menurutnya, jika seseorang bunuh diri dengan melompat dari ketinggian, maka secara logika yang akan mengalami luka parah adalah bagian kepala, bukan bagian bokongnya.
"Masa ada orang terjun bunuh diri malah bagian bokongnya yang banyak darah," ujar Christovita. Berdasarkan bukti foto tersebut, dapat diduga kuat David tewas sebelum jatuh.
Hartanto berharap KBRI dapat membantu dirinya mengusut tuntas kematian anaknya sebagai bukti nyata kerja KBRI dalam membela warga Indonesia yang tinggal di luar negeri.
