BEIJING, KOMPAS.com
PM Korut itu direncanakan melakukan pembicaraan dengan Presiden China Hu Jintao dan PM China Wen Jiabao serta menghadiri peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Qin Gang, Selasa, menyampaikan bahwa China berharap semua pihak yang terlibat ”menyumbang lebih banyak” kepada perdamaian regional.
”Kami meyakini memelihara perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea dan di Asia Timur Laut adalah merupakan kepentingan bersama seluruh pihak yang terkait,” paparnya.
Gang juga menyampaikan kekhawatiran China. ”Pada saat ini situasi di Semenanjung Korea agak rumit dengan semakin banyaknya faktor yang tidak menentu,” tuturnya.
Selama kunjungan PM Korut itu, China tampaknya juga akan mendorong Korut untuk kembali ke perundingan enam pihak. Perundingan enam pihak itu terhenti Desember tahun lalu, terkait bagaimana melakukan verifikasi atas dilucutinya fasilitas nuklir Korut.
Tumpuan diplomatik
Kim yang tidak memiliki hubungan keluarga dengan pemimpin Korut Kim Jong Il, dalam wawancara dengan surat kabar resmi China,
”Korea Utara merasa puas dengan hubungan persahabatan dengan China selama tren internasional saat ini yang kompleks dan terus berubah,” katanya.
Banyak pengamat meyakini China akan sangat hati-hati untuk mendesak Korut. Karena itu, China juga belum mengungkapkan apa yang akan dilakukannya apabila peluncuran roket benar-benar dilakukan oleh Korut. (AP/AFP/Reuters/OKI)
