BEIJING, KOMPAS.com - China mengharapkan agar negara-negara di Eropa, khususnya Perancis, bisa memahamai secara jelas masalah Tibet dan Dalai Lama dan tidak perlu mencampuri urusan dalam negeri China.
"Kami harapkan Perancis dan negara-negara Eropa bisa memahami soal Tibet dan Dalai Lama secara jelas sehingga bisa mengetahui sesungguhnya situasi yang ada," kata PM China Wen Jiabao dalam keterangan pers usai pelaksanaan sesi kedua Kongres Rakyat Nasional (NPC), di Beijing, Jumat (13/3).
Menurutnya, Dalai Lama selama ini seringkali melakukan kunjungan ke sejumlah negara-negara barat untuk membicarakan masalah yang tidak sebenarnya di Tibet. Akibatnya, banyak masalah yang yang sesungguhnya terjadi di Tibet tidak benar diterima oleh para pemimpin negara-negara di Eropa.
"Dalai Lama adalah bukan pemimpin spiritual tapi dia adalah pelarian politik yang seringkali menyampaikan kebohongan soal kondisi di Tibet," kata Wen menegaskan.
Wen menambahkan pernyataan Dalai Lama di sejumlah negara-negara barat seringkali memutarbalikkan fakta yang ada. Padahal, situasi yang sebenarnya tidak seperti yang diungkapkan Dalai. "Pernah dikatakan bahwa akan ada perpindahan suku Han besar-besaran ke Tibet sehingga suku di sana bisa tersingkir. Hal itu adalah tidak benar," katanya.
Dalam kesempatan itu, Wen sekali lagi minta agar pemimpin negara-negara Eropa dan Barat bisa memahami secara jels kondisi di Tibet dengan sesungguhnya serta tidak perlu mencampuri urusan dalam negeri China. "Masalah Tibet adalah sepenuhnya masalah dalam negeri China dan negara asing tidak berhak untuk mencampuri," kata Wen.
