QUITO, RABU - Polisi Ekuador menangkap seorang komandan pemberontak Kolombia FARC yang dicari oleh Washington dengan tuduhan telah membantu menjalankan operasi penyelundupan kokain pemberontak, pihak berwenang mengatakan, Rabu (11/3).
Penangkapan Sixto Antonio Cabana merupakan penangkapan besar pertama oleh Ekuador terhadap pemberontak FARC sejak negara itu memutuskan hubungan dengan Bogota satu tahun lalu karena serangan oleh pasukan khusus Kolombia untuk membunuh seorang pemimpin penting pemberontak yang bersembunyi di dalam wilayah Ekuador.
Kepala polisi Ekuador Jaime Hurtado mengatakan pemerintah telah menangkap Cabana, juga dikenal sebagai "Domingo Bioho", di sebuah kota terpencil dekat perbatasan Kolombia.
Hurtado tidak mengatakan apakah Cabana akan diekstradisi ke Kolombia atau ke AS, yang telah menawarkan hadiah 2,5 juta dollar AS bagi penangkapannya.
Presiden Kolombia Alvaro Uribe, yang serangan militernya didukung AS telah memperlemah pemberontak tertua di Amerika Latin itu, belum lama ini telah minta negara-negara tetangganya untuk berbuat lebih banyak untuk melawan pemberontak yang bersembunyi di wilayah negara-negara itu.
Kematian tiga pemimpin penting FARC tahun lalu, telah meningkatkan pembelotan dan kemunduran militer yang memaksa pemberontak itu lebih dalam masuk ke hutan terpencil dekat perbatasannya dengan Ekuador dan Venezuela.
Ekuador menolak upaya Kolombia untuk memperbaiki hubungan, tapi telah meningkatkan keamanan di perbatasan utaranya untuk menghadapi kekerasan yang meningkat dari kelompok pemberontak dan paramiliter yang beperang untuk memperebutkan rute penyelundupan kokain. Sesama penghasil kokain penting dunia, Ekuador adalah rute perdagangan kokain penting.
FARC -- Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia -- telah memerangi negara itu selama lebih dari empat dasawarsa, dibantu dengan dana yang diperoleh dari pemerasan, penculikan, dan perdagangan dalam bisnis kokain yang besar sekali di negara tersebut.
Selama beberapa tahun terakhir FARC terkenal karena penyanderaannya terhadap sejumlah politikus dan pejabat serta tokoh lainnya. Termasuk di antara mereka adalah politikus Kolombia-Perancis Ingrid Betancourt yang berhasil dibebaskan tahun lalu.
