Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 18:22 WIB
Washington Ingin Dialog dengan Pyongyang
Josephus Primus | Sabtu, 7 Maret 2009 | 16:37 WIB
|
Share:

SEOUL, SABTU — Amerika Serikat (AS) ingin berdialog dengan Korea Utara, kata utusan khusus baru Washington untuk Pyongyang, Stephen Bosworth, Sabtu (7/3), di tengah-tengah keprihatinan karena negara itu kini sedang menyiapkan uji coba rudalnya. "Kami telah sampai di sini sekarang. Kami ingin berdialog," kata Stephen Bosworth di Seoul dalam kunjungan pertamanya ke Asia sejak dia dipilih bulan lalu oleh pemerintah baru Presiden AS Barack Obama, setiba di bandara Incheon.
  
Dia mengeluarkan pernyataan-pernyataan ketika ditanya wartawan kapan Washington berencana ke Korea Utara, di tengah-tengah munculnya serangkaian ancaman dari Pyongyang baru-baru ini yang menyebabkan mencuatnya ketegangan di Semenanjung Korea.
  
Korea Utara telah mengumumkan bahwa pihaknya telah siap untuk menembakkan roketnya atau apa yang mereka sebut sebagai peluncuran satelit. Namun, Washington meyakini itu adalah uji coba rudal jarak jauhnya, Taeopodong-2, yang secara teori bisa menjangkau Alaska.
  
Ditanya apakah dia akan mengunjungi Korea Utara atau bertemu dengan para pejabat Korea Utara, bahkan jika Pyongyang jadi melakukan peluncuran, Bosworth mengatakan bahwa itu adalah ’masalah yang pelik’.

"Kami telah mengindikasikan sikap kami kepada mereka mengenai masalah peluncuran rudal, atau peluncuran satelit, atau apa pun yang mereka katakan untuk itu. Kami berpendapat bahwa hal itu saran yang sangat menyakitkan," ujarnya.
  
Bosworth menyerukan kepada Pyongyang agar menyingkirkan semua ancaman terhadap penerbangan-penerbangan Korea Selatan di dekat wilayah udara mereka. Ia mengatakan tidak berpendapat bahwa peringatan itu sangat tidak bermanfaat. Saya berpendapat siapa pun akan sangat gembira jika mereka mencabut retorikanya mengenai hal itu," ujarnya.
  
Pada Kamis lalu, Pyongyang mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menjamin keamanan bagi penerbangan-penerbangan komersial Seoul yang berada di dekat wilayah udaranya, berkaitan dengan latihan militer selama 12 hari antara AS dan Korea Selatan di perbatasan kedua Korea, Senin, dan menyatakan latihan militer itu bisa memicu perang.
  
Pengumuman tersebut adalah yang terakhir dalam serentetan ancaman yang meningkatkan ketegangan-ketegangan dalam beberapa pekan terakhir.

Sumber :
Ant
Senin, 21/05/2012 08:12 WIB

Pengebom Lockerbie Meninggal

Sabtu, 19/05/2012 22:10 WIB

Jackie Chan Akan Mundur dari Film Laga