RABAT,JUMAT — Maroko memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran sebagai protes atas pernyataan seorang pejabat Iran yang mempersoalkan kedaulatan Bahrain.
"Kerajaan Maroko memutuskan untuk menghentikan hubungan diplomatiknya dengan Republik Islam Iran mulai Jumat ini," Kementerian Luar Negeri Marokko mengatakan dalam pernyataan, Jumat (6/3). Pernyataan itu tidak memberi perincian.
Beberapa pejabat Maroko mengatakan tindakan ini sebagai bentuk solidaritas pada negara teluk, Bahrain. Bulan lalu, Ali Akbar Nateq-Nouri, seorang penasihat pemimpin spiritual, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan, sebenarnya Bahrain termasuk wilayah Iran yang diperintah muslim Syiah.
Pernyataan tersebut memancing kemarahan dari sejumlah negara-negara berpenduduk mayoritas muslim Sunni. Bahrain adalah negara pulau kecil di Teluk Persia. Elite penguasa negara ini penganut muslim Sunni, sedangkan mayoritas penduduknya penganut muslim Syiah.


