Kamis, 24 Juli 2014

News / Nasional

KPU Sosialisasi Pemilu Lewat Prangko

Kamis, 5 Maret 2009 | 21:07 WIB

JAKARTA, KAMIS — Berbagai upaya ditempuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk sosialisasi pemilu. Setelah mengumpulkan para Pimred, tokoh agama kini sosialisasi melalui prangko.

Meski sebagian kalangan menganggap ketinggalan, sosialisasi lewat prangko masih efektif. Sebab, masih banyak warga yang menggunakan jasa pos untuk memenuhi sebagian aktivitasnya, seperti mengirim surat dinas maupun yang sejenisnya.

"Meski teknologi sudah canggih, ada HP yang bisa digunakan mengirim pesan, tapi juga masih banyak yang menggunakan jasa pos. Makanya peluang ini juga kita manfaatkan untuk sosialisasi pemilu," ujar Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary seusai pencanangan kerja sama dengan Dirjen Postel dan peluncuran perangko pemilu di Kantor KPU, Kamis (5/3).

Adapun desain prangko tersebut, selain berisi kata-kata peringatan untuk semua warga agar menggunakan hak pilihnya pada Kamis 9 April mendatang, juga memuat gambar-gambar dan tata cara pemberian tanda yang benar dan sah.

Dengan prangko tersebut, diharapkan warga akan ingat dan tahu tentang tata cara pemberian tanda saat pemilu nanti. Hal itu tidak lain untuk menekan suara tidak sah dari masyarakat, mengingat keterbatasan waktu sosialisasi. "Semangat kita untuk menyelamatkan suara masyarakat. Jangan sampai terjadi banyak suara yang tidak sah gara-gara tidak tahu caranya. Apalagi, model pemilu kali ini berbeda dengan sebelumnya," tegasnya.

Sementara itu, menurut Dirjen Postel Inggrit Panjaitan, prangko tersebut dicetak sebanyak 1,2 juta lembar yang terdiri dari empat model. Masing-masing model prangko seperti pemberian tanda contreng maupun peringatan waktu pemilu, dicetak sebanyak 300.000 lembar.

Menurutnya, prangko tersebut terus akan diproduksi selama tiga tahun mendatang. Kemudian, juga disebarluaskan ke seluruh kantor PT Pos Indonesia di berbagai daerah. Bahkan, akan dikoleksi para penggemar prangko alias filateli.

"Tampilan prangko ini berbeda dengan prangko pada umumnya. Karena gambarnya tentang sosialisasi tentang contreng. Sehingga, prangko ini termasuk prangko istimewa yang mengabdikan hal penting di sebuah negara," terangnya.


Editor :
Sumber: