JAKARTA, SELASA--Milan Sladek (kelahiran 23 Februari 1938 di Strezenice, Slowakia) adalah salah satu pemain pantomim yang terkenal di dunia. Dia mengembangkan bentuk seni pertunjukan ini sudah sejak setengah abad lalu.
Bila diterjemahkan secara kata per kata "pantomim" yang berasal dari bahasa Yunani itu, berarti „meniru segalanya. Dengan rasa ingin tahu untuk bereksperimen dan keterbukaannya atas tradisi artistik dunia teater, mulai dari Commedia dell’Arte sampai Kabuki yang berasal dari Jepang, Milan Sladek telah memberi karakter yang sama sekali baru atas arti kata yang jelas itu.
Pada awal 1980-an Milan Sladek datang pertama kali ke Indonesia dan dalam dekade itu dia beberapa kali membuat pertunjukan dan memberi workshop. Salah satu workshopnya dengan Jurusan Teater IKJ telah memberi inspirasi didirikannya Sena Didi Mime, sebuah kelompok pantomim yang sampai sekarang aktif dan menjadi pusat kreativitas pantomim Indonesia dan telah melahirkan banyak pemain berbakat.
Bila kita melihat ke belakang, mungkin tak berlebihan menyebut Milan Sladek sebagai mentor artistik pantomim Indonesia.
Bersama para mahasiswa IKJ, selama dua setengah minggu ini, Milan Sladek mengerjakan sebuah tema untuk diwujudkan dalam pertunjukan pantomim. Tema yang mereka pilih sudah seharusnya menjadi soal yang sangat penting untuk kita: perusakan alam oleh manusia, dengan contoh Kali Ciliwung. Realitas yang menyedihkan, keindahan masa lalu dan kekuatan harapan diterjemahkan dalam impresi-impresi kuat tak berkata. Anda akan mengalami sebuah pendekatan puitik atas sebuah problem ekologis yang tak asing.
Ingin bukti? Silakan anda datang ke GoetheHaus Jl. Sam Ratulangi 9-15 Menteng, Jakarta Pusat, Milan Sladek bakal berpantomim dengan para mahasiswa IKJ pada Selasa, 3 Maret 2009 mulai pukul 19.30 WIB.
