KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Beban Berat akibat Nama Leluhur Tercatat di Kuil
Jumat, 27 Februari 2009 | 05:07 WIB
(Getty Images/Koichi Kamoshida)
Sekelompok anggota parlemen Jepang mengunjung kuil Yasukuni untuk menghormati pahlawan yang gugur dalam Perang Dunia II Jepang pada 15 Agustus 2008 di Tokyo

Pengadilan Distrik Osaka, Jepang, Kamis (26/2), menampik permohonan sanak keluarga dari nama-nama yang tertera di Kuil Yasukuni agar menghapus nama leluhur mereka itu. Kuil ini memang memuat nama 2,5 juta tentara Jepang, termasuk 14 penjahat perang utama dari Perang Dunia II.

Sanak keluarga dari sembilan tentara yang namanya tertera di sana mengaku, nama leluhur mereka harus dihapus dari kuil karena mereka dipaksa untuk berperang demi kaisar. Akibatnya, demikian sanak keluarga itu, mereka menderita karena nama leluhurnya tertera di sana.

”Saya merasa tidak nyaman dan sedih karena nama saudara saya ditera di sana sebagai martir,” ujar Yoshiko Furukuwa (82), salah satu sanak keluarga yang menggugat. Buntut lainnya, masing-masing keluarga ini menuntut ganti rugi 1 juta yen atau sekitar Rp 125 juta karena nama leluhur mereka tertera di kuil.

Kuil Yasukuni ini memang menjadi persoalan karena merupakan simbol kekejaman perang Jepang. Korea Selatan dan China pasti marah jika ada pejabat Jepang yang berkunjung ke kuil tersebut. Maklum, ke kuil itu berarti juga mendukung kekejaman perang Jepang.

Penulis: PPG   |     |   Sumber : Kompas Cetak Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.