KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Afghanistan Timur Paling "Hot"
Kamis, 26 Februari 2009 | 08:29 WIB
(Getty Images/BANARAS KHAN)
Gambar yang diambil tanggal 1 Juni 2007 ini menunjukkan para pendukung Taliban yang meneriakkan slogan anti-AS dalam sebuah pertemuan di Killi Nalai, sebuah dusun dekat perbatasan Pakistan-Afganistan.
TERKAIT:

KABUL, RABU - Bentrokan antara tentara yang sebagian besar tentara AS dan gerilyawan di Afghanistan timur meningkat 20 persen musim dingin ini dibandingkan dengan pada musim dingin tahun lalu, seorang juru bicara pasukan pimpinan-NATO mengatakan, Rabu (26/2).
   
Presiden AS Barack Obama telah memerintahkan 17.000 lagi tentara AS ke Afghanistan selatan sebagai bagian dari strategi baru untuk memecahkan jalan buntu perang terhadap kelompok Taliban. Akan tetapi, pertempuran di Afghanistan timur di sepanjang perbatasan dengan Pakistan, yang terjal, masih jauh dari selesai.
   
Bentrokan di bagian timur Afghanistan, tempat sebagian besar tentara AS dikerahkan, meningkat sekitar 20 persen dari November hingga Januari dibandingkan dengan periode tiga bulan yang sama tahun lalu, kata Kapten Mark Durkin, juru bicara Pasukan Bantuan Keamanan Internasioal (ISAF) pimpinan-NATO.
   
Namun, ia mengatakan, ada banyak lagi insiden lebih kecil dan peningkatan keseluruhan mungkin juga terjadi sebelum musim dingin mendekati akhir, dan kehadiran tentara yang lebih besar di sepanjang perbatasan itu.
   
Perhitungan itu masih mencerminkan peningkatan kekerasan secara mencolok  pada tahun lalu, ketika militer AS mengatakan bentrokan di Afghanistan timur meningkat 40 persen dalam lima bulan pertama 2007, dibandingkan pada 2006.
   
Kelompok Taliban dan sekutu mereka beroperasi di dua sisi perbatasan yang panjang, bergunung-gunung dan keropos dengan menggunakan daerah suku yang mereka kuasai di wilayah Pakistan untuk melatih dan memperlengkapi diri mereka.
   
Anggota kelompok Afghanistan secara tradisional menyelinap melewati perbatasan itu ke Pakistan untuk istirahat pada selama musim dingin yang keras dan biasanya menimbulkan ketenangan dalam pertempuran.
   
Afghanistan menghadapi tingkat kekerasan terburuknya tahun lalu sejak pasukan pimpinan-AS dan Afghanistan menggulingkan Taliban pada 2001 karena melindungi pemimpin Al Qaeda yang dituduh sebagai dalang serangan 11 September.
   
Para pejabat AS mengakui mereka sekarang ini tidak menang dalam perang yang membuat militer Barat yang besar dengan teknologi tinggi  memerangi kelompok-kelompok kecil gerilyawan bersenjata ringan yang mengandalkan serangan bunuh diri dan serangan bom di tepi jalan untuk untuk mengganggu keamanan.
   
Para komandan memprediksikan kekerasan akan meningkat lagi tahun ini, ketika tentara, yang didukung balabantuan, bergerak ke daerah-daerah yang jarang mereka patroli sebelumnya.
   
Afghanistan timur, tempat tentara Kanada dikerahkan, belakangan makin mendapat perhatian setelah tewasnya 10 tentara Perancis dalam pertempuran hebat dengan gerilyawan.
   
Keadaan makin panas setelah pesawat AS berkali-kali melancarkan serangan udara lintas perbatasan ke Pakistan yang menimbulkan banyak kematian.
   
Pakistan telah menyampaikan protes terhadap serangan itu, tapi komandan pasukan AS menegaskan bahwa serangan di wilayah suku tersebut akan diteruskan.

Penulis: XVD   |     |   Sumber : Ant Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.