Pertanyaan itu bisa jadi merupakan refleksi untuk melihat persepsi dari masyarakat Australia yang menjadi negara donor terbesar untuk pembangunan di Indonesia. Apakah sepenuhnya masyarakat Australia rela apabila pemerintah mereka menyumbangkan sejumlah besar dana pembangunan untuk Indonesia terutama pada saat dunia terjerembab ke dalam krisis ekonomi?
Sekretaris Parlemen Australia untuk Bantuan Pembangunan Internasional, Bob McMullan mengakui masih ada sejumlah pandangan dari sekelompok kecil masyarakat Australia yang berkeberatan dengan sikap negara mereka yang memberikan bantuan ke negara lain. Bob McMullan mengakui hal ini sebagai suatu isu besar pada pelaksanaan Pemilu 2007 di Australia yang dimenangkan oleh Partai Buruh.
Namun, Bob McMullan menambahkan, sejumlah besar warga Australia tetap menaruh simpati terhadap masalah kemiskinan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia yang mereka amati berdasarkan laporan dari berbagai media. Bob McMullan menekankan gelombang dukungan dari warga Australia mengarah ke Indonesia pascatsunami di Aceh dan Nias.
"Kami memang menekankan bantuan untuk wilayah Indonesia timur untuk pengentasan kemiskinan sesuai dengan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia," jelas McMullan dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com saat berlangsung Konferensi Australia-Indonesia di Sydney. "Kami bekerja sama dengan donor lainnya untuk mewujudkan program pembangunan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia dan bukan program yang ditetapkan oleh para donor," tambahnya.
Menurut McMullan, program bantuan itu di antaranya mencakup target pembangunan 2.000 sekolah di daerah tertinggal dan terpencil menjelang pertengahan tahun ini. Lebih dari 1.000 sekolah telah dibangun atau masih dalam tahap konstruksi menjelang tahun ajaran baru Juli 2008 lewat bantuan Australia untuk Indonesia. Dalam waktu 5 tahun, dari 2008-2013, Australia menyediakan bantuan senilai 2,5 miliar dollar Australia untuk membantu Indonesia mengentaskan kemiskinan dan mencapai prioritas pembangunan ekonomi serta sosial.
"Indonesia merupakan mitra pembangunan Australia. Indonesia menjadi kepentingan Australia untuk menciptakan kemakmuran, kestabilan regional, serta tugas kemanusiaan yang merupakan bagian misi internasional untuk diemban Australia dalam mencapai Millenium Development Goals," kata McMullan. McMullan menambahkan, Australia berusaha menggapai tujuan lebih luas dalam menciptakan kestabilan, kemakmuran, dan demokrasi di kawasan Asia-Pasifik dengan menggandeng Indonesia sebagai mitra untuk mewujudkan target yang lebih besar ini. *
