SYDNEY, KAMIS - Menteri Perdagangan Australia Simon Crean dan Menteri Perdagangan RI Marie Pangestu menyambut dicapainya dokumen terakhir pembentukan Studi Kelayakan Gabungan terhadap Kesepakatan Perdagangan Bebas Indonesia-Australia (FTA). Hasil studi ini mengungkap bahwa FTA akan membentuk pondasi yang solid ke arah pembentukan FTA antara ASEAN, Australia serta Selandia Baru.
"Hubungan perdagangan Australia-Indonesia belum sejalan dengan perkembangan sejumlah aspek hubungan bilateral lainnya. FTA diharapkan dapat merealisasikan potensi signifikan dari potensi signifikan hubungan dagang Indonesia dan Australia," kata Simon Crean. Dalam keterangan pers gabungan bersama Simon Crean di Sydney, Kamis (19/2), Marie Pangestu mengakui telah 12 kali mengadakan pertemuan intensif dengan menteri perdagangan Australia ini dalam setahun terakhir untuk membahas solusi dari sejumlah faktor penghambat perdagangan seperti ekspor dan impor kedua negara. Pertemuan intensif itu diadakan guna meluruskan jalan bagi terbentuknya FTA.
"Kami sepakat bahwa FTA yang diantaranya mencakup perdagangan dan investasi akan menjadi cara terbaik untuk membina kemitraan ekonomi baru antara Indonesia dan Australia. Seperti halnya Pemerintah Indonesia, Pemerintah Australia menekankan liberalisasi perdagangan multilateral dan hal tersebut dapat dijalin melalui FTA bilateral yang berkualitas," kata Crean.
Dengan adanya perdagangan 2 arah senilai 10,3 miliar dollar AS selama 2007-2008, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ke-4 Australia di ASEAN dan mitra dagang terbesar ke-13 dari seluruh mitra dagang Australia. Investasi Australia di Indonesia berkembang pesat dan mencapai 3,4 miliar dollar AS pada akhir 2007.


