PHNOM PENH,RABU-Rekaman gambar di penjara Khmer Merah yang diambil pasukan Vietnam menuai perdebatan di sidang pengadilan penjahat perang Khmer Merah di Phnom Penh, Rabu (18/2).
Para pengacara menggugat penggunaan rekaman penyiksaan ini sebagai bukti di pengadilan.
Pengadilan menampilkan Kaing Guek Eav alias Duch, mantan Kepala Penjara Tuol Sleng atau dikenal dengan S-21. Pengacara Duch mengaku kaget saat jaksa penuntut memakai rekaman gambar itu sebagai bukti tindak penyiksaan yang terjadi di S-21. ”Kami amat keberatan dengan pemakaian rekaman film hitam putih selama tujuh menit itu,” kata salah satu pengacara Duch, Kar Savuth, dalam sidang pengadilan kasus kematian 1,7 juta orang ketika Khmer berkuasa tahun 1975-1979.
Film itu direkam oleh tentara Vietnam beberapa hari setelah pasukan Vietnam menggulingkan rezim Pol Pot dari Phnom Penh. Dalam rekaman itu terlihat penghuni penjara dengan tubuh hanya terbalut kulit. Beberapa dari mereka masih dirantai.
Dalam jumpa pers menjelang pengadilan, dua tentara Vietnam mengatakan mereka menemukan lima anak-anak yang masih hidup di penjara S-21, bersembunyi di balik tumpukan pakaian tahanan. Seorang anak tadi meninggal dunia beberapa saat kemudian karena kurang gizi.
Kar Savuth mempertanyakan bagaimana anak-anak ini bisa lolos dari perintah Duch yang menghendaki siapa pun di penjara S-21 dibunuh saat tentara Vietnam berparade memasuki Phnom Penh. Mereka mengatakan, film dan saksi mata potensial telah dipengaruhi kepentingan jaksa yang mempersiapkan tuduhan selama setahun dalam kasus Duch ini.
Tim pengacara juga mengecam pengajuan lebih dari 50 dokumen baru, termasuk laporan interogasi berkenaan dengan catatan yang diduga tulisan tangan Duch yang memerintahkan setiap orang harus mati.
”Video ini punya motif politik melenyapkan kebenaran,” ujar Kar Savuth. Dia lantas meminta tentara Vietnam yang merekam video ini diajukan sebagai saksi dalam pengadilan.
Tuduhan pengacara membuat jaksa penuntut, Robert Petit, satu dari dua jaksa penuntut asing di pengadilan itu, marah. ”Substansi yang lebih besar dari pengadilan ini adalah membawa keadilan bagi 14.000 korban tewas di penjara S-21,” ujar Petit. Pengakuan bersalah Duch saja tidak cukup. (REUTERS/AFP/LUK/PPG)


