Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 06:56 WIB
Ribuan Senjata AS Direbut Al Qaeda dan Taliban
Jimmy Hitipeuw | Jumat, 13 Februari 2009 | 06:55 WIB
|
Share:

(Getty Images/Scott Nelson)
Seorang personil pasukan Baret Hijau Angkatan Darat AS (berlutut) memeragakan bongkar rakitan senjata serbu AK-47 dengan kondisi mata dan muka tertutup dalam sebuah kompetisi pelatihan di fasilitas pelatihan Angkatan Darat Afghanistan, 27 Mei 2002.

WASHINGTON, JUMAT — Ribuan pucuk senjata AS, termasuk senjata serbu dan peluncur granat, diperkirakan berada di tangan pejuang Taliban atau Al Qaeda di Afghanistan. Menurut keterangan auditor Kongres AS, Departemen Pertahanan AS gagal menerapkan pengawasan terhadap peredaran 87.000 pucuk senjata yang diserahkan ke pasukan keamanan Afghanistan.

Jumlah persenjataan yang raib itu merupakan sepertiga dari 242.000 senjata yang dikapalkan oleh Pemerintah AS antara Desember 2004 dan Juni 2008. Laporan setebal 46 halaman yang disusun oleh GAO, badan investigasi persenjataan independen kongres, menyebutkan, 135.000 pucuk senjata telah disumbangkan oleh beberapa sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) ke tentara dan polisi Afghanistan yang terkenal korup.

"Senjata-senjata hilang karena dicuri atau dijual ke pasukan musuh," kata Direktur Urusan Internasional GAO Charles Johnson menanggapi pertanyaan beberapa wartawan mengenai kemungkinan senjata-senjata itu telah dikuasai oleh Taliban atau Al Qaeda. Sementara itu, juru bicara Departemen Pertahanan AS, Bryan Whitman, menerangkan, Pentagon telah mengambil tindakan untuk merespons laporan itu dengan memeriksa nomor seri serta inventaris fisik senjata yang diserahkan pasukan AS dan sekutunya ke Afghanistan.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat AS menanggapi dengan emosi laporan tersebut dalam sesi dengar pendapat dengan Pentagon di Washington. "Apa yang semestinya kita sampaikan ke keluarga di Afghanistan bahwa putra dan putri mereka tewas di tangan pejuang dengan senjata yang dibeli dengan uang pembayar pajak di AS?" keluh anggota DPR AS dari Partai Demokrat tersebut.

Sumber :
AP