KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Geger Pelecehan Seks di Facebook
Kamis, 12 Februari 2009 | 14:27 WIB

WISCONSIN — Demam Facebook memang sedang melanda dunia. Namun, kecanggihkan situs jejaring sosial ini rupanya disalahgunakan Anthony Stancl.

Remaja usia 18 tahun asal Amerika Serikat ini pura-pura menjadi wanita dalam situs Facebook untuk mengelabui lebih dari 30 teman kelas prianya. Kasus yang menggegerkan ini akhirnya menyeret Stancl ke pengadilan.

Menurut pihak berwenang, modus yang dilakukan Stancl adalah mengelabui para remaja pria agar bersedia mengirimkan foto telanjang mereka. Ada lebih dari 30 teman kelas prianya yang mengirimkan foto-foto telanjang mereka.

Setelah foto telanjang diperoleh, Stancl lalu mengirim surat ancaman kepada beberapa siswa. Surat ancaman tersebut adalah Stancl akan memperlihatkan foto-foto telanjang tersebut di sekolah mereka di New Berlin, Eisenhower, Wisconsin, jika mereka tidak mempertontonkan aksi hubungan seks.

Menurut Tyler Robertson, yang beberapa rekannya menjadi korban, tindakan Stancl dinilai sudah kelewatan. "Ini tindakan gila, ada beberapa sahabat saya yang menjadi korban Facebook," tutur Tyler.

Anthony Stancl saat ini ditahan dengan jaminan sebesar 25.000 dollar. Saat ini ia menghadapi belasan tuntutan, termasuk pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dan melakukan aksi pronografi anak-anak.

Pihak berwenang mengimbau agar siapa pun yang menjadi korbannya untuk datang kepada mereka. Stancl sendiri telah dikeluarkan dari sekolah. Pihak mantan sekolah mengimbau kepada siapa pun agar apabila mendapat perlakukan pelecehanan segera menghubungi pihak yang berwajib. (dhika/kompas-TV)

Penulis: BNJ   |     |   Sumber : AP Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.