Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 21:00 WIB
Pengungsi Rohingya Kian Membebani
| Selasa, 10 Februari 2009 | 05:09 WIB
|
Share:
BANDA ACEH, SENIN - Pemerintah pusat diminta memerhatikan keterbatasan pendanaan yang dimiliki pemerintah daerah dalam menangani ratusan orang Rohingya asal Myanmar dan Banglades. Opsi yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri RI untuk memberikan status pengungsi kepada ratusan pengungsi asal dua negara tersebut tentunya akan berdampak kepada kemampuan pendanaan pemerintah daerah.

Wali Kota Sabang Munawar Liza Zein dan Asisten III Bidang Kesejahteraan Sosial Pemerintah Kabupaten Aceh Timur Abdul Munir ketika dihubungi secara terpisah dari Banda Aceh, Senin (9/2), mengakui, sejauh ini belum ada pembicaraan soal bantuan dana dari pemerintah pusat.

”Sekarang semua pendanaan berasal dari pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat, terutama berasal dari luar negeri,” kata Munawar Liza.

Dia mengatakan, meski sudah hampir satu bulan orang-orang Rohingya berada di Sabang, belum ada sinyalemen positif dari pemerintah pusat tentang pendanaan.

Menurut Munawar Liza, konsekuensi dari adanya pemberian status pengungsi membuat waktu tinggal mereka lebih lama. Akibatnya, pemenuhan kebutuhan hidup bagi para pengungsi akan lebih lama dan banyak, termasuk kebutuhan orang-orang yang mengurusi pengungsi.

Dia mengaku saat ini sudah mulai kesulitan mendanai pembelian berbagai bahan makanan bagi orang-orang Rohingya. Untungnya, beberapa lembaga kemanusiaan mau membantu menangani masalah itu.

Tidak adanya pembicaraan mengenai pendanaan juga diakui oleh Abdul Munir.

Camat Idi Rayeuk Irfan Kamal mengatakan, setidaknya dalam satu hari dapur umum posko penampungan sementara membutuhkan 200 kilogram beras, puluhan kilogram ikan, dan buah-buahan untuk ratusan orang Rohingya dan pengurus posko. Selain itu, kebutuhan sandang sebagian besar berasal dari sumbangan masyarakat yang tinggal di sekitar posko penampungan sementara. (mhd)

Sumber :
Kompas Cetak