Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 17:10 WIB
Negosiasi Gaza Positif
| Senin, 9 Februari 2009 | 04:26 WIB
|
Share:

AP photo/EYAD BABA / Kompas Images
Bocah laki-laki Palestina mencari barang-barang keluarganya yang tersisa di tengah puing rumahnya yang hancur dibom Israel di Rafah, wilayah Jalur Gaza selatan yang berbatasan dengan Mesir, Sabtu (7/2). Pesawat tempur Israel menyerang rumah dan terowongan di wilayah ini hari Jumat, menyusul dua roket yang ditembakkan pejuang Palestina dari Jalur Gaza ke wilayah Israel selatan.

KAIRO, MINGGU - Pemerintah Mesir, Minggu (8/2), berharap kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza antara Israel dan kelompok pejuang Hamas dapat terwujud ”beberapa hari mendatang”. Seiring dengan proses perundingan, Gaza masih ”panas” dengan tembakan roket dan serangan udara.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Mesir, Hossam Zaki, menjelaskan, proses perundingan Hamas-Israel berlangsung ”positif”. Oleh karena itu, ia yakin beberapa hari mendatang kedua pihak bisa menyetujui gencatan senjata dan membuka kembali sebagian pintu perbatasan dan penyeberangan menuju ke Gaza.

Sebelumnya, Sabtu, pihak Hamas juga berharap ada kejelasan dan kesepakatan mengenai usulan pembukaan kembali pintu ke Gaza beberapa hari mendatang. Mesir menjadi mediator perundingan Israel-Hamas sejak agresi Israel selama 22 hari berakhir. Serangan itu berakhir saat kedua pihak menyatakan gencatan senjata secara sepihak pada 18 Januari lalu. Meski keduanya sepakat gencatan senjata, situasi keamanan di Gaza masih rawan dengan tembakan roket dari Gaza dan serangan udara dari Israel.

Menjelang pemilihan di Israel, Selasa, Hamas-Israel tampaknya akan menyepakati beberapa persoalan. Namun, belum diketahui beberapa persoalan yang dimaksud. Israel menginginkan Hamas menghentikan serangannya, penyelundupan senjatanya ke Gaza, dan pembebasan tentara Israel, Sersan Gilad Schalit, yang ditahan Hamas lebih dari 2,5 tahun.

Sementara Hamas menuntut Israel segera mengakhiri blokade ekonomi Gaza yang menghambat arus masuk-keluar barang kebutuhan penduduk Gaza sejak Hamas mulai berkuasa di Gaza, Juni 2007. Hamas juga menuntut Israel segera membebaskan lebih dari 1.000 warga Palestina yang ditahan sebagai imbal balik pembebasan Schalit. Ratusan tahanan Palestina dituding Israel terlibat serangkaian serangan ke Israel.

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak berusaha membawa pulang Schalit. Ia mengingatkan Israel harus ”membayar mahal” untuk pembebasan Schalit. Barak tidak yakin Schalit dapat kembali ke Israel sebelum pemilihan parlemen Israel.

Roket Gaza

Situasi di perbatasan Gaza dan Israel masih ”panas”. Tembakan roket masih meluncur dari Gaza ke daerah pertanian Nir Am, Israel. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, tetapi beberapa mobil terbakar dan hancur. (REUTERS/AFP/AP/LUK)

 

Sumber :
Kompas Cetak
Senin, 21/05/2012 08:12 WIB

Pengebom Lockerbie Meninggal

Sabtu, 19/05/2012 22:10 WIB

Jackie Chan Akan Mundur dari Film Laga