Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 21:43 WIB
Kekerasan Meningkat di Afghanistan
Josephus Primus | Minggu, 8 Februari 2009 | 04:13 WIB
|
Share:

KABUL, SABTU — Polisi Afghanistan dan pasukan militer internasional membunuh 10 gerilyawan di Provinsi Helmand selatan, Jumat lalu. Baru hari Sabtu (7/2) kemarin insiden itu dilaporkan kepada publik.
  
Aksi kekerasan telah meningkat di Afghanistan dengan sekitar 5.000 orang, termasuk lebih dari 2.000 warga sipil, tewas pada tahun lalu, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
  
Dalam insiden terakhir, para pemberontak menyerang polisi dan pasukan asing di Distrik Naad Ali setelah pasukan gabungan menahan tiga orang, yang berusaha menanam sebuah bom pinggir jalan, kata pernyataan kementerian itu.
  
Sebagai akibatnya, 10 gerilyawan tewas, katanya pula. Tidak ada polisi Afghanistan atau pasukan asing yang terluka dalam insiden itu.
  
Para pejabat kementerian luar negeri di Afghanistan mengatakan, mereka berharap menghentikan aksi kekerasan pada saat pasukan baru dikirimkan ke negara yang dilanda perang itu, untuk menghadapi pemberontakan terbaru Taliban.
  
Presiden AS Barack Obama diharapkan menandatangani perintah pengiriman ribuan pasukan baru AS ke Afghanistan dalam tahun ini, yang tampaknya akan menggandakan tentara AS di negara itu, yang kini mencapai sekitar 60.000 petugas. Sekitar 3.500 tentara baru AS telah tiba di Afghanistan bulan lalu dan sebagian besar ditempatkan di sekitar ibu kota.

Sumber :
Ant