KOTA GAZA, SABTU — Israel melancarkan serangan udara terhadap sasaran di bagian selatan Jalur Gaza di dekat perbatasan dengan Mesir, Jumat (6/2) malam.
Saksi mata dan sumber keamanan Palestina mengatakan, serangan di dekat sektor Rafah tersebut tak merenggut korban.
Juru bicara militer Israel mengonfirmasi bahwa, "Angkatan Udara Israel campur-tangan di Jalur Gaza," tetapi ia tidak memberi perincian lebih lanjut.
Serangan tersebut dilancarkan beberapa jam setelah pejuang Palestina menembakkan dua roket ke Israel selatan tanpa menimbulkan kerusakan atau merenggut korban.
Pejuang Palestina telah menembakkan sebanyak 40 roket dan peluru mortir sejak Israel mengakhiri serangan militernya selama 22 hari terhadap wilayah Palestina tersebut pada 18 Januari.
Israel, yang melancarkan serangannya pada 27 Desember dengan tujuan yang disampaikannya "untuk menghentikan serangan roket" memperingatkan mengenai "reaksi paling keras" terhadap setiap tembakan roket lain.
"Pesawat kami menyerang empat terowongan yang digali di bawah perbatasan dengan Mesir dan digunakan untuk menyelundupkan senjata," kata juru bicara militer Israel.
"Satu depot senjata juga diserang dan bahan peledak yang disimpan di sana meledak," katanya. Ditambahkannya, serangan tersebut adalah "reaksi atas penembakan roket oleh gerilyawan Palestina pada pagi hari".
Pasukan keamanan Palestina dan beberapa saksi mata sebelumnya mengatakan beberapa pesawat Israel telah melancarkan serangan terhadap beberapa sasaran di sektor Rafah di dekat perbatasan dengan Mesir, tapi tak merenggut korban.(ANT/AP/ONO)
