ACEH TIMUR, KAMIS - Verifikasi awal yang dilakukan Tim Penanganan Pengungsi Rohingya- Myanmar Departemen Luar Negeri menemukan adanya 22 warga negara Banglades dalam rombongan pengungsi yang terdampar di perairan Kabupaten Aceh Timur, Nanggroe Aceh Darussalam.
Hasil verifikasi awal baru diketahui setelah tim melakukan pendataan awal terhadap 148 pengungsi di tempat penampungan sementara di Kantor Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Kamis (5/2). Setelah hampir setengah hari berada di tempat penampungan sementara itu, tim berhasil menemukan adanya warga negara di luar Rohingya dalam rombongan besar tersebut. Seluruh warga negara Bangladesh tersebut akhirnya dipisahkan dari rombongan besar itu.
Ketua Tim Penanganan Pengungsi Rohingya-Myanmar Deplu RI Kusuma Pradopo mengatakan, verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan asal muasal ratusan manusia perahu yang mendarat di Kabupaten Aceh Timur tersebut. Verifikasi dan pemisahan itu perlu dilakukan untuk memastikan proses pemulangan mereka ke negara asal.
Kusuma menyatakan, verifikasi akan berlangsung lama karena terdapat beberapa hal detail yang harus ditanyakan kepada setiap pengungsi. Proses yang sama juga telah dilakukan terhadap 193 pengungsi yang saat ini berada di Pangkalan TNI Angkatan Laut Sabang.
”Mungkin verifikasi ini memakan waktu agak lama,” katanya. Kusuma menolak untuk memberitahukan detail hasil pemeriksaan tersebut.
Sampai saat ini masih ada 50 pengungsi yang dirawat di RSUD Idi Rayeuk. Sebagian besar dari mereka memiliki permasalahan dengan saluran dan alat-alat pencernaan karena memakan makanan padat yang diberikan tim penanganan pengungsi di tempat penampungan sementara setelah hampir selama 22 hari tidak makan.
Dalam pertemuan tertutup sebelumnya, tim Deplu juga meminta agar pengawasan terhadap para pengungsi tersebut diperketat karena pendataan belum selesai dilaksanakan. Masyarakat dan jurnalis yang sebelumnya diberi kebebasan untuk masuk dan melihat ke wilayah tempat penampungan sementara tidak diberi kebebasan lagi.
Asisten III Bidang Kesejahteraan Sosial Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur Abdul Munir mengatakan tetap akan menempatkan para pengungsi di lokasi sekarang sampai ada petunjuk baru dari Deplu atau pihak berwenang lain. ”Sampai sejauh ini belum ada petunjuk sama sekali apakah dipindah ke Sabang atau daerah lainnya,” katanya.
Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur hanya memikirkan untuk menyediakan segala sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan hidup para pengungsi saat berada di Aceh Timur. ”Aspek kemanusiaannya yang kami pikirkan,” katanya.


