IDI RAYEUK, RABU — Puluhan pengungsi asal etnis minoritas Rohingya, asal Myanmar, yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (4/2), mengalami dehidrasi dan kekurangan makanan setelah terkatung-katung selama lebih kurang 21 hari. Saat ini mereka mendapatkan terapi cairan di rumah sakit.
Direktur RSUD Idi Rayeuk Edi Gunawan, ditemui di kantornya, mengatakan, masing-masing mendapatkan lima hingga enam botol cairan infus selama dua hari berada di bangsal-bangsal perawatan.
"Sebagian besar tidak mendapatkan cairan selama dalam perjalanan dari lokasi awal sampai ke Idi Rayeuk. Memang ada juga cairan, tapi sangat sedikit yang masuk ke tubuh," kata Edi.
Dia menjelaskan, manusia bisa bertahan beberapa lama tanpa makan. Namun, untuk cairan, manusia tidak akan dapat bertahan lama. "Mungkin itu sebabnya puluhan orang yang meninggal selama dalam perjalanan karena daya tahan tubuh tidak cukup kuat untuk bertahan," katanya.

Severity: Notice
Message: Undefined variable: output
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 748

