Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 00:53 WIB
Minoritas Rohingya Alami Dehidrasi dan Kelaparan
Mahdi Muhammad | Rabu, 4 Februari 2009 | 11:17 WIB
|
Share:

AP photo/BINSAR BAKKARA
Pengungsi Rohingya asal Myanmar dan Banglades bersembahyang di pangkalan Angkatan Laut RI di Pulau Sabang, Rabu (28/1). Sebanyak 193 orang etnis Rohingya itu diselamatkan setelah terkatung-katung selama sebulan lebih di lautan bebas. Para pengungsi itu memohon tidak dikembalikan ke negaranya, khususnya yang berasal dari Myanmar, karena khawatir akan disiksa.

TERKAIT:

IDI RAYEUK, RABU — Puluhan pengungsi asal etnis minoritas Rohingya, asal Myanmar, yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (4/2), mengalami dehidrasi dan kekurangan makanan setelah terkatung-katung selama lebih kurang 21 hari. Saat ini mereka mendapatkan terapi cairan di rumah sakit.

Direktur RSUD Idi Rayeuk Edi Gunawan, ditemui di kantornya, mengatakan, masing-masing mendapatkan lima hingga enam botol cairan infus selama dua hari berada di bangsal-bangsal perawatan.

"Sebagian besar tidak mendapatkan cairan selama dalam perjalanan dari lokasi awal sampai ke Idi Rayeuk. Memang ada juga cairan, tapi sangat sedikit yang masuk ke tubuh," kata Edi.

Dia menjelaskan, manusia bisa bertahan beberapa lama tanpa makan. Namun, untuk cairan, manusia tidak akan dapat bertahan lama. "Mungkin itu sebabnya puluhan orang yang meninggal selama dalam perjalanan karena daya tahan tubuh tidak cukup kuat untuk bertahan," katanya.