YERUSALEM, RABU - Sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza meledak di kota Ashkelon, Selasa (3/2). Beberapa saksi mata menerangkan beberapa pesawat tempur Israel menyarangkan serangan balasan pada malam hari itu ke beberapa terowongan yang digunakan oleh penguasa Gaza, militan Hamas untuk menyelundupkan persenjataan dan kebutuhan pokok.
Aksi kekerasan terbaru berlangsung saat delegasi Hamas terlibat perundingan dengan pejabat pemerintah Mesir di Kairo untuk mencoba memediasi kesepakatan gencatan senjata jangka panjang dengan Israel. Roket Grad yang ditembakkan dari Gaza merupakan jenis roket pertama yang ditembakkan ke Ashkelon sejak gencatan senjata informal dideklarasikan secara terpisah oleh Israel dan Hamas 2 pekan lalu.
Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak berjanji apabila Hamas tidak menggencarkan serangan bersenjata maka Israel akan melakukan hal yang sama. Ehud Barak menekankan aksi kekerasan akan dijawab oleh aksi kekerasan. "Apabila ketenangan tercipta maka ketenangan itulah yang muncul ke permukaan," kata Ehud Barak kepada beberapa wartawan saat mengadakan kunjungan ke perbatasan Israel utara dengan Libanon.
Beberapa penduduk di sekitar perbatasan Gaza-Mesir mengaku mendapatkan pesan melalui telpon dari militer Israel agar meninggalkan kediaman mereka menjelang serangan udara dilangsungkan. Peringatan tersebut telah menjadi hal yang rutin. Belum terdapat laporan korban jiwa dari aksi kekerasan terbaru antara Hamas dan Israel.
