Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 16:54 WIB
Khadafi Pimpin Uni Afrika
| Selasa, 3 Februari 2009 | 04:10 WIB
|
Share:

GETTY IMAGES/PASXAL Le SEGRETAIN
Pemimpin Liya Moamar Khadafi

ADDIS ABABA, SENIN - Pemimpin Libya, Moammar Khadafi, Senin (2/2), terpilih sebagai pemimpin Uni Afrika dalam pertemuan puncak organisasi negara-negara Afrika di Addis Ababa, Etiopia.

Khadafi bertekad lebih banyak berbuat ketimbang hanya bicara selama kepemimpinannya.

Khadafi (66), yang berkuasa di Libya sejak tahun 1969, terpilih dalam sebuah pemilihan tertutup oleh para pemimpin 53 negara Afrika. ”Saya berharap periode kepemimpinan saya penuh kerja serius dan bukan hanya sekadar kata-kata,” ujar pria yang berkuasa di Libya dalam usia 29 tahun ini dalam pidatonya.

Khadafi, yang flamboyan, kemarin disebutkan mendapat dukungan sebagian besar para pemimpin Afrika. Tidak dirinci berapa suara yang mendukungnya. Khadafi pun mendapat restu dari para pemimpin tradisional Afrika sebagai ”Raya Diraja”, bagian dari peran barunya sebagai pemimpin Uni Afrika.

Pemimpin Libya yang selama ini tinggal di tenda di Bab al Azizia, pinggiran Tripoli, ibu kota Libya, itu kemarin juga tampil gemerlapan tak ubahnya ”raja”. Dengan jubah keemasan gemerlapan, Khadafi selalu tampil layaknya seorang raja tradisional dalam setiap pertemuan puncak Afrika. Sejumlah pemimpin juga mengenakan hiasan emas dari kepala hingga ke kaki dengan pakaian tradisional.

Pemimpin Libya, yang belakangan ini mulai ”akrab” dengan negara-negara Barat, termasuk AS, ini sebelumnya melakukan lobi lintas Afrika guna memastikan dirinya terpilih. Sikap kompromis Khadafi belakangan ini memungkinkan dia didukung sebagian besar pemimpin Afrika.

Negara-negara Barat sebelumnya menuduh Khadafi berada di belakang sejumlah aksi teroris. Agen-agen Libya berada di balik aksi bom atas sebuah pesawat Boeing 747 milik Panam tahun 1988. Sebanyak 270 penumpang dan awak tewas akibat bom dalam pesawat meledak saat terbang di atas Lockerbie, Skotlandia.

Libya mulai berbaikan dengan Barat awal tahun 2004, saat Khadafi menegaskan tidak lagi berambisi memiliki senjata pemusnah masal. Khadafi juga menyatakan bertanggung jawab atas aksi bom pesawat Panam di Skotlandia. September 2008, Menlu AS Condoleezza Rice berkunjung ke Tripoli, kunjungan seorang Menlu AS sejak tahun 1953.

”United States of Africa”

Khadafi, seusai terpilih, menyerukan negara-negara Afrika untuk membentuk ”United States of Africa” alias Afrika Serikat. Seruan yang sejauh ini tidak mendapat respons positif dari pemimpin Afrika lainnya.

”Saya akan terus menekankan perlunya negara-negara berdaulat kita ini berupaya mencapai sebuah Afrika Serikat (United States of Africa),” ujar Khadafi. Seruan ini karena Khadafi melihat para pemimpin Afrika ”tidak serius mendorong ide ini”.

”Kita tetap sebuah negara merdeka. Keputusan Anda menanggapi seruan bagi persatuan mendorong Afrika maju ke arah Afrika Serikat,” tegas Khadafi yang juga salah satu pencetus pembentukan Uni Afrika.

Namun, banyak pemimpin Afrika selalu menolak ide Afrika Serikat yang dinilai bisa melenyapkan kedaulatan negara mereka. (Reuters/AFP/AP/ppg)

Sumber :
Kompas Cetak
Senin, 21/05/2012 08:12 WIB

Pengebom Lockerbie Meninggal

Sabtu, 19/05/2012 22:10 WIB

Jackie Chan Akan Mundur dari Film Laga