Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 41
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 41
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 41
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 41
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 41
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 41
SEOUL, MINGGU - Korea Utara, Minggu (1/2), memperingatkan bahwa memburuknya hubungan dengan Korea Selatan telah membuat Semenanjung Korea di ambang perang. Media-media Korea Utara juga memperingatkan kehancuran Korea Selatan jika tetap mengabaikan ancaman Korea Utara.
”Kebijakan berkonfrontasi dengan Korea Utara yang dilakukan kelompok Korea Selatan adalah sumber konflik militer dan perang antara Utara dan Selatan,” sebut kantor berita resmi Korut, KCNA.
”Bagi negara kami yang tengah dalam gencatan senjata, konfrontasi berarti meningkatnya ketegangan yang bisa mengarah pada konflik militer dan perang yang tidak bisa dihindari,” sebut surat kabar milik Partai Komunis, Rodong Sinmun.
Korut dan Korsel secara teknis masih berperang karena Perang Korea tahun 1950-1953 hanya diakhiri dengan gencatan senjata, bukan traktat perdamaian. Kedua negara masih menempatkan lebih dari satu juta tentara di sepanjang perbatasan.
Ketegangan di Semenanjung Korea dipicu langkah Korut yang membatalkan semua perjanjian damai dengan Korsel, pekan lalu. Dalam beberapa bulan terakhir, Korut telah berulang kali mengancam akan menghancurkan pemerintahan konservatif di Korsel yang dipimpin Presiden Lee Myung-bak. Lee menghentikan aliran bantuan ke Korut yang telah berlangsung selama 10 tahun sejak mulai berkuasa setahun lalu.
Menanggapi ancaman Korut, Presiden Lee menyatakan tetap akan mempertahankan kebijakan keras terhadap Korut. Dia menyatakan optimistis bahwa hubungan kedua Korea akan membaik dalam waktu tidak terlalu lama.
”Dalam perpecahan selama enam dekade, satu tahun ketegangan bisa diatasi guna memperbaiki hubungan antar-Korea,” ujar Lee tanpa merinci cara mengatasinya.
”Meskipun barangkali perlu waktu pada awalnya, lebih baik bertolak menuju arah yang benar daripada terburu-buru menuju arah yang salah. Korea Selatan dan Korea Utara akan memulai kembali negosiasi dalam waktu dekat,” katanya.
Tak terkalahkan
Di tengah merebaknya ketegangan, Pemimpin Korut Kim Jong Il melontarkan pujian bahwa tentaranya tidak akan terkalahkan. Kim yakin bahwa tentaranya mampu menggulung invasi mendadak dari musuh dengan sekali serang.
”KPA (Angkatan Bersenjata Rakyat Korea) telah berkembang menjadi angkatan revolusioner yang tidak terkalahkan, yang anggotanya akan membela partai dan pemimpinnya,” kata Kim saat menginspeksi sebuah unit militer dan pembangkit listrik, Sabtu pekan lalu.
”Rakyat Korut siap meratakan gunung dan mengosongkan laut sekaligus jika diminta oleh Partai (Komunis),” kata Kim.
Menurut analis, ketegangan di Semenanjung Korea belum akan mengarah ke perang terbuka. ”Ancaman Korut yang terus meningkat tidak mengindikasikan kekerasan besar di depan mata. Namun, ancaman itu bisa dengan mudah menandai babak lain konfrontasi laut taktis dengan Korsel di Laut Kuning,” kata Bruce Klingner, ahli Korea pada Heritage Foundation, Washington.
Kedua Korea terlibat perang laut mematikan soal perbatasan di perairan Laut Kuning tahun 1999 dan 2002.
Pengamat juga menilai, taktik Korut meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea dilakukan untuk mencari perhatian dari pemerintahan presiden baru AS, Barack Obama. (ap/afp/reuters/fro)