Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 16:47 WIB
Kemiskinan Jebak Etnis Rohingya
| Sabtu, 31 Januari 2009 | 07:16 WIB
|
Share:

AP Photo/CNN / Kompas Images
Kapal berpenumpang pengungsi etnis Rohingya ditarik kapal AL Thailand di Laut Andaman, lepas pantai barat daya Thailand. Otoritas dan televisi Thailand, 27 Januari, melaporkan, 78 pengungsi etnis Rohingya ditahan di Thailand. Beberapa dari mereka mengalami luka bakar dan siksaan oleh tentara Myanmar.

Junta Myanmar membantah etnis Rohingya yang terdampar di Thailand, Malaysia, dan Indonesia datang dari etnis Rohingya di Myanmar. Ada 800.000 etnis Rohingya di Mynmar. Namun, ada juga 200.000 etnis Rohingya yang mengungsi ke Banglades, menghindari aksi brutal junta.

Berada di Banglades berarti juga berhadapan dengan kemiskinan yang sudah merata di sana. Balik lagi ke Myanmar sama artinya menghadapi aksi brutal dan penindasan dari junta. Mengadu nasib dengan menjadi manusia perahu dan diterima di Thailand, Malaysia, dan Indonesia mungkin lebih baik.

Mohammad Iqbal merupakan satu dari kelompok 250 orang etnis Rohingya yang satu bulan lalu meninggalkan Banglades. Dia aslinya dari Myanmar. Dengan kapal kayu reyot, Iqbal dan rekan-rekannya dibujuk seorang yang bersedia memberikan pekerjaan di Malaysia.

Namun, kapal kayu tadi tidak sampai di Malaysia. Mereka malah ditangkap AL Thailand di lepas pantai Laut Andaman. Mereka mengaku mendapat perlakuan buruk oleh aparat Thailand, termasuk menyeretnya ke laut lepas dan membiarkan mereka terombang-ambing tanpa makanan dan mesin kapal. Thailand mengatakan memberikan mereka makanan dan air, serta mesin kapal.

”Saya terus menunggu. Tidak ada seorang pun yang tau nasib suami saya dan kelompoknya,” ujar Nur Kahtun, istri Iqbal di desa pesisir Fadanardale, 400 kilometer tenggara ibu kota Banglades, Dhaka. Beberapa warga desa mengaku melihat wajah Iqbal (30) di televisi, berada di pusat imigran ilegal Thailand.

”Saya belum yakin apakah benar Iqbal. Lagi pula saya tidak pernah mendengar kabar darinya sejak pergi dari sini,” ujar Kahtun didampingi putranya berusia dua tahun dan ibu mertuanya. Bisa saja, Iqbal dan kelompoknya sudah tewas tenggelam, seperti nasib lebih dari 550 warga etnis Rohingya yang sirna setelah diusir militer Thailand.

Mencari pekerjaan

Saat ini ada 78 warga etnis Rohingya di Thailand, sedangkan kapal lainnya dengan 193 etnis Rohingya mendarat di Aceh. Mereka kemungkinan akan dikembalikan ke tempat asalnya, entah itu di Banglades atau Myanmar.

Menjadi bagian dari etnis Rohingya berarti menjadi warga tanpa negara. Junta Myanmar tidak mengakui etnis Rohingya sebagai satu dari 130 etnis minoritas di negara itu. Padahal, etnis ini sudah ada di Myanmar sejak awal abad ke VII. Beberapa tokohnya pernah berkiprah dalam pemerintahan dan parlemen di Myanmar.

Karena tak punya negara dan hidup di kamp-kamp PBB di Banglades, Iqbal dan rekan-rekannya pun terbujuk tawaran pedagang manusia untuk bekerja di Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Singapura.

”Mereka (agen) memungut 30.000 taka (sekitar Rp 5 juta) atau lebih dari setiap orang untuk mencari kerja di Malaysia atau negara tetangga sekitarnya,” ujar Nurun, ibu Iqbal. ”Tidak banyak yang bisa meraihnya. Juga tidak bisa memastikan apa yang dijanjikan agen, seperti membiarkan telantar begitu saja,” ujarnya.

Kemiskinan dan kesulitan lapangan kerja begitu mendera para etnis Rohingya di Banglades. Namun, tak bisa disangkal, kondisi umum di sana sudah demikian. Seseorang beruntung bisa dapat pekerja di sana, entah di kapal ikan atau menarik becak.

”Mereka berani mengambil risiko seperti itu hanya karena harus bertahan hidup, bisa membuat kehidupan keluarganya semakin baik,” ujar seorang pejabat pemerintahan di Distrik Cox Bazaar, tempat para pengungsi etnis Rohingya bermukim di Banglades.

Memperbaiki nasib diri dan keluarga yang memaksa pria etnis Rohingya rela berpetualang menjadi manusia perahu. Namun, hidup memang tak semudah mengedipkan mata. (AFP/ppg)

Sumber :
Kompas Cetak
Senin, 21/05/2012 08:12 WIB

Pengebom Lockerbie Meninggal

Sabtu, 19/05/2012 22:10 WIB

Jackie Chan Akan Mundur dari Film Laga