Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 16:46 WIB
RI Akan Pulangkan Pengungsi Rohingya
| Sabtu, 31 Januari 2009 | 07:00 WIB
|
Share:

AP photo/BINSAR BAKKARA
Pengungsi Rohingya asal Myanmar dan Banglades bersembahyang di pangkalan Angkatan Laut RI di Pulau Sabang, Rabu (28/1). Sebanyak 193 orang etnis Rohingya itu diselamatkan setelah terkatung-katung selama sebulan lebih di lautan bebas. Para pengungsi itu memohon tidak dikembalikan ke negaranya, khususnya yang berasal dari Myanmar, karena khawatir akan disiksa.

TERKAIT:

JAKARTA, JUMAT — Sebanyak 193 manusia perahu asal Myanmar dan Banglades yang ditahan di Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam, akan dipulangkan ke negara asalnya. Berdasarkan hasil investigasi awal, mereka disinyalir pergi dari negaranya karena alasan ekonomi.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah, Jumat (30/1), mengatakan, rencana pemulangan ke negara asal manusia perahu itu masih menunggu hasil investigasi lanjutan.

”Kedatangan mereka ke Indonesia adalah untuk mencari kehidupan yang lebih baik atau bermotif ekonomi. Maka, tak ada pilihan lain kecuali mendeportasi ke negara asalnya,” kata Faizasyah.

Tim kedua dari Departemen Luar Negeri yang bekerja sama dengan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) telah dikirim ke Sabang pada 28 Januari guna melakukan wawancara dengan 193 manusia perahu. Dari wawancara awal, diperoleh data bahwa dari 193 manusia perahu, 17 orang berasal dari Banglades dan selebihnya adalah orang Rohingya, etnis minoritas Muslim di Myanmar.

”Hasil wawancara oleh tim investigasi akan menjadi rujukan akhir untuk menentukan status manusia perahu itu,” ujar Faizasyah.

Lembaga-lembaga kemanusiaan telah menyerukan agar orang-orang Rohingya itu dilindungi dan tidak dipulangkan ke negara asalnya karena akan menerima perlakuan tidak manusiawi.

”Amnesti Internasional mendesak Pemerintah India, Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk menjamin bahwa tidak seorang pun (manusia perahu) mengalami pelanggaran hak asasi manusia di negara mana pun mereka dipulangkan,” demikian pernyataan lembaga tersebut.

Menanggapi seruan itu, Faizasyah mengatakan, Pemerintah Indonesia akan memastikan bahwa negara asal mereka tidak akan memperlakukan manusia perahu itu dengan buruk setelah dipulangkan.

Langkah tertentu

Dari Yangon dilaporkan, junta militer Myanmar menyatakan akan mengambil langkah tertentu soal orang-orang Rohingya. Sebelumnya, Myanmar membantah bahwa orang-orang Rohingya berasal dari Myanmar.

”Rohingya tidak termasuk dalam 100 ras nasional di Myanmar. Pernyataan Pemerintah Thailand juga tidak menyebutkan mereka yang mencoba masuk ke Thailand secara ilegal berasal dari Myanmar. Namun, departemen terkait di Myanmar akan mengambil langkah yang diperlukan sehubungan dengan persoalan tersebut,” sebut pernyataan junta, Jumat.

Orang-orang Rohingya yang tertangkap di perairan Indonesia dan perairan Thailand pada bulan ini diperkirakan merupakan bagian dari kelompok ribuan orang Rohingya yang lari dari Myanmar. Beberapa kelompok yang ditangkap Angkatan Laut Thailand digiring kembali ke laut lepas di dalam perahu tanpa mesin dan tanpa perbekalan memadai.

Orang-orang Rohingya mengaku melarikan diri dari Myanmar karena penindasan dan kemiskinan. Saat ditangkap di perairan Thailand dan Indonesia, mereka menderita luka-luka pukulan dan luka bakar. (afp/reuters/fro)

Sumber :
Kompas Cetak
Senin, 21/05/2012 08:12 WIB

Pengebom Lockerbie Meninggal

Sabtu, 19/05/2012 22:10 WIB

Jackie Chan Akan Mundur dari Film Laga