Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 01:59 WIB
AS Sambut Perlucutan Senjata Nuklir Korut
Jimmy Hitipeuw | Sabtu, 24 Januari 2009 | 04:44 WIB
|
Share:

EPA/JEON HEON-KYUN
Foto dokumentasi yang diambil pada 27 Agustus 2008 ini memperlihatkan polisi militer Korea Selatan berpatroli di zona demiliterisasi, yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan. Hari Rabu (12/11) Korea Utara mengancam akan menutup perbatasan dengan Korea Selatan mulai 1 Desember 2008, dengan alasan Seoul menjalankan kebijakan bermusuhan dengan Korea Utara. Negara tertutup di Semenanjung Korea itu akan membatasi ketat dan memutus semua pelintasan di sepanjang perbatasan kedua negara.

WASHINGTON, SABTU — AS menyambut laporan yang menyebutkan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong Il bersedia melucuti program persenjataan nuklir di semenanjung Korea. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Robert Wood menyebutkan bahwa laporan itu sebagai "hal positif" dan memohon Korea Utara agar mematuhi kesepakatan perlucutan senjata yang ditetapkan dalam perundingan nuklir 6 negara.

Wood juga menjelaskan, pemerintah Barack Obama sedang meninjau kebijakan Korea Utara itu. Menurut Robert Wood, Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton yakin kerangka kerja perundingan 6 negara itu dihormati.

Media China melaporkan bahwa Kim telah menyampaikan ke seorang utusan China, Jumat (23/1), bahwa Pyongyang, "Mengharapkan dapat bekerja sama dengan seluruh pihak dan tidak menginginkan terjadinya ketegangan di semenanjung Korea."

Sumber :
AP