KAIRO, SENIN - Mesir, pada Senin (19/1) membantah pernyataan seorang pejabat senior Israel bahwa pemerintah kedua negara itu telah menandatangani perjanjian tertulis untuk membendung penyelundupan senjata ke Jalur Gaza sebelum gencatan senjata Israel.
Ketika ditanya mengenai keberadaan perjanjian itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Hossam Zaki mengatakan, "Tentu saja tidak."
Pejabat Israel tersebut mengatakan perjanjian itu telah disiapkan dalam pembicaraan antara pejabat senior Kementerian Pertahanan Amos Gilad dan Kepala Intelijen Mesir Omar Suleiman, yang telah bertemu dua kali di Kairo pada saat operasi Israel di Jalur Gaza.
"Israel dan Mesir telah mencapai pengertian tertulis mengenai pengaturan keamanan untuk mencegah penyelundupan senjata di sepanjang perbatasan Gaza-Mesir dan masuk lebih dalam ke Semenanjung Sinai," pejabat Israel itu mengatakan sebelumnya.
Israel mengatakan bahwa mereka telah menghentikan serangan mematikan 22 harinya terhadap Hamas di Jalur Gaza, Ahad, hanya setelah memperoleh jaminan mengenai penyelundupan senjata dari Mesir dan AS.
Meskipun Israel dan AS secara terbuka menandatangani perjanjian mengenai tindakan keras terhadap penyelundupan senjata, Menlu Mesir Ahmed Abul Gheit bersikeras bahwa Kairo tidak diikat oleh perjanjian itu.
