LONDON, SELASA — Negara-negara Eropa telah mengambil peran utama dalam upayanya untuk secara permanen memadamkan pertempuran antara Israel dan militan Hamas di Jalur Gaza. Gencatan senjata yang ditawarkan Hamas dan berakhir dalam waktu 6 hari memberikan waktu bagi Eropa untuk mencapai kesepakatan yang lebih bertahan lama.
Para pemimpin Perancis, Inggris, Jerman, Spanyol, serta Italia berupaya menciptakan gencatan senjata lewat bantuan teknis dengan mencegah aliran penyelundupan persenjataan ke Hamas. Para pemimpin negara-negara Eropa ini juga berupaya meringankan penderitaan warga Palestina di Gaza lewat bantuan kemanusiaan.
Perdana Menteri Gordon Brown telah menawarkan bantuan dari Angkatan Laut Inggris untuk membantu menangkal pengapalan persenjataan yang ditujukan ke Hamas. Beberapa harian Eropa melaporkan, diskusi berkelanjutan sedang berlangsung untuk membahas penyebaran pasukan Uni Eropa guna memulihkan konflik di Timur Tengah ini.
Beberapa pejabat Pemerintah Uni Eropa mengumumkan akan mengadakan pertemuan khusus dengan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni, Rabu (21/1), dan menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Mesir, Yordania, Turki, serta Pemerintah Palestina, Minggu (25/1), guna membahas kesepakatan damai permanen.
"Pembentukan negosiasi yang dinamis merupakan suatu hal yang darurat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Perancis Eric Chevallier. "Tujuan dari perundingan itu adalah untuk membuka jalan bagi terbentuknya sebuah negara Palestina," katanya.
