Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 16:23 WIB
Banjir Datang, Gerobak Pun "Berenang"
Briko Alwiyanto | Senin, 19 Januari 2009 | 12:24 WIB
|
Share:

KOMPAS/NELI TRIANA
Gerobak yang biasanya bekerja sebagai pemulung kini beralih mata pencaharian, yaitu terpaksa digunakan untuk menyeberangkan warga yang terjebak banjir.

JAKARTA, SENIN — Banjir di ibu kota hampir selalu menimbulkan kerepotan banyak orang. Kemacetan dan jalan tergenang adalah akibat yang pasti muncul setelah hujan deras melanda ibu kota. Kondisi itulah yang dimanfaatkan para pemilik gerobak untuk mencari tambahan uang saat banjir datang.

Tengoklah situasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, mulai dari Kampus ASMI hingga perempatan Cempaka Putih. Banjir telah menyebabkan kemacetan luar biasa akibat jalanan tergenang. Banyak kendaraan terpaksa berbalik arah atau berhenti di ujung genangan. Beberapa yang nekat menerobos air, merasakan akibatnya, yakni kendaraan mereka jadi mogok.

Namun, ada alternatif untuk menembus banjir tanpa harus mogok. Caranya adalah dengan menaikkan motor di atas gerobak. Ya, di berbagai lokasi genangan air memang berdatangan gerobak-gerobak yang siap mengangkut motor dan penumpangnya. Mereka datang seperti semut mendapatkan gula.

Salah satu pengendara motor, Heri, mengaku dirinya tidak memiliki pilihan lain kecuali memanfaatkan gerobak. "Tidak apa-apa keluar ongkos banyak, daripada mesin mati, ongkosnya lebih banyak lagi," kata Heri yang mengaku membayar Rp 20.000 kepada tukang gerobak yang mengangkut motornya.

Menurut pengamatan Kompas.com, ada belasan gerobak dan satu rakit disiapkan untuk mengangkut motor. Salah satu penarik gerobak, Ujang, mengatakan, dirinya bisa sepuluh kali bolak-balik menembus genangan dalam waktu setengah jam saja. "Lumayan lah mas dapetnya," katanya.

Selain di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, banjir juga menggenangi wilayah Pedongkelan hingga setinggi dada orang dewasa. "Banjir sudah datang sejak pukul 01.00. Paling parah ada di RT 6 dan 7 sebab kawasan mereka ada di dekat danau," kata Fariyah, warga RT 2 yang memanfaatkan kemacetan dengan berjualan makanan di jalan.

Menurut pengalamannya, banjir tidak akan surut jika air kali di sepanjang Perintis Kemerdekaan tidak disedot. Namun, hingga saat ini belum ada pihak yang mengupayakan penyedotan. "Bisa-bisa kalau begini terus banjir akan berlangsung sampai malam," katanya.

Saat ini warga yang menjadi korban banjir memilih mengungsi di sekitar perempatan Cempaka Putih. Sambil menunggu air surut, warga mendirikan tenda dan menumpang di rumah warga lain yang tidak kebanjiran.

Senin, 21/05/2012 08:12 WIB

Pengebom Lockerbie Meninggal

Sabtu, 19/05/2012 22:10 WIB

Jackie Chan Akan Mundur dari Film Laga