
SINGAPURA, SENIN — Perusahaan pertambangan Rio Tinto menunda ekspansi ke pertambangan bijih besi di Corumba, Brasil. Alasannya, krisis perekonomian global. Ekspansi itu bernilai 12,5 miliar dollar AS.
"Permintaan pasar yang menurun juga merupakan alasan penundaan," kata juru bicara Rio Tinto, Senin (12/1).
Pertambangan di Corumba itu sejatinya dimanfaatkan untuk menaikkan kapasitas Rio Tinto menjadi 12,8 juta metrik ton dari dua juta metrik ton bijih besi per tahun selama ini.
Rio Tinto juga mengatakan, mereka menunda kembali pengeluaran dari pertumbuhan proyek saat penurunan daya beli pasar saat ini. Sementara itu, investor juga menanti apakah Rio Tinto akan memangkas pengeluaran untuk operasionalisasi pertambangan bijih besi di kawasan Pilbara di Australia bagian barat. Di bursa, saham Rio Tinto turun 5,5 persen di posisi 41,53 dollar Australia.