CIKINI, WARTA KOTA — Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, penjualan parsel menjelang hari Natal 2008 dan Tahun Baru 2009 di sejumlah sentra perdagangan parsel di Jakarta sepi peminat.
Padahal, beberapa waktu lalu Pemprov DKI Jakarta sudah menyatakan seluruh parsel yang berisi produk makanan di Jakarta aman dan bebas dari produk kedaluwarsa.
Para penjual menduga, menurunnya penjualan parsel tahun ini merupakan imbas dari krisis global. Jayadi (40), salah seorang penjual parsel di Jalan Pegangsaan Barat, Cikini, Jakarta Pusat, saat ditemui Warta Kota, Senin (22/12), mengungkapkan, tiga hari menjelang Natal, pihaknya baru menjual tiga parsel seharga Rp 500.000. Tahun lalu, tiga hari menjelang Natal, pihaknya sudah dapat menjual 20-an parsel.
"Gila Mas, penjualannya turun jauh. Lihat saja parsel ini masih menumpuk, tak laku. Ini pasti pengaruh krisis global juga," katanya.
Jayadi mengatakan, menjelang Natal dan Tahun Baru tahun lalu dalam satu bulan pihaknya bisa menjual 50 parsel. Walaupun masih sepi, Jayadi berharap penjualan mulai marak lagi pada hari Natal atau menjelang Tahun Baru.
Parsel yang dijual di Jalan Pegangsaan Barat atau di sisi Stasiun KA Cikini ini harganya antara Rp 300.000 dan Rp 2,5 juta. Menurut para pedagang, parsel kelas menengah dengan harga antara Rp 500.000 dan Rp 1 juta merupakan parsel yang paling diminati konsumen.
Hal senada dikatakan Rubiah (34), pedagang parsel di Jalan Raya Pondokgede, Jakarta Timur. Tahun lalu, tiga hari menjelang hari raya Natal, dia sudah menerima pesanan dan penjualan sekitar 50 parsel.
"Jadi, begitu akhir tahun, kami bisa menjual sekitar 75 parsel," ujarnya.
Namun, untuk tahun ini, sampai tiga hari menjelang Natal dia baru menjual 10 parsel. "Jadi, penurunannya 50 persen lebih, tapi mudah-mudahan semakin dekat Natal dan Tahun Baru penjualan meningkat," harapnya.
Jumat (19/12) lalu Wakil Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DKI Jakarta Supeno mengatakan, seluruh parsel di Jakarta sudah aman dan bebas dari produk kedaluwarsa dan produk ilegal.
"Sejak beberapa bulan lalu, kami telah melakukan monitoring di pasar-pasar, supermarket, mal, dan seluruh toko sentra penjualan parsel di Jakarta untuk memastikan tak adanya barang kedaluwarsa seperti makanan dan minuman di dalam parsel yang dijual," katanya.
Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pengawasan dan pemantauan ke seluruh sentra penjualan parsel di Jakarta secara rutin. (bum)
