YOGYAKARTA, SENIN - Jumlah penumpang kereta api pada libur Natal dan Tahun Baru 2009 yang melalui Daerah Operasi VI Yogyakarta diperkirakan meningkat tujuh persen dibanding waktu yang sama tahun lalu. Sementara itu penumpang pesawat yang melalui Bandara Adisutjipto sudah mulai menunjukkan peningkatan dalam sepekan ini.
Humas PT Kereta Api Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta Hartomo WP, Senin (22/12), mengatakan jumlah penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru kali ini diperkirakan mencapai 163.372 orang. Jumlah ini lebih banyak dibanding tahun lalu yang mencapai 153.269.
"Kami memerkirakan terjadi peningkatan penumpang, mengingat masa libur Natal dan Tahun Baru kali ini cukup panjang. Selain itu, pengaruh cuaca memungkinkan masyarakat lebih memilih kereta dibanding alat transportasi lain," ujarnya.
Menurut Hartomo jumlah penumpang pada puncak masa libur Natal dan Tahun Baru bisa mencapai di atas 10.000 orang dalam sehari. Sebagaimana tahun 2007 lalu, jumlah penumpang saat peak season mencapai 10.200-an, yang terjadi pada 25 Desember 2007.
Tahun ini terdapat lima hari yang penumpangnya cukup padat, yakni tanggal 24, 28, 29 Desember, serta 3 dan 4 Januari. Untuk mengantisipasi lonjakan, Daop VI telah menyiapkan 14 kereta regular dengan jumlah tempat duduk mencapai 8.320 buah, baik itu kelas ekonomi maupun eksekutif.
"Mengingat jumlah penumpang di atas 10.000 orang, maka dilakukan penambahan sebanyak satu rangkaian kereta Argo Lawu jurusan Solo-Jakarta," kata Hartomo yang menganggap PT Kereta Api belum perlu mengeluarkan Kereta Komunitas guna mengangkut penumpang, seperti halnya libur Lebaran. Jumlah penumpang saat Natal dan Tahun Baru dianggap tidak seramai Lebaran.
Mengenai ketersediaan tiket, hingga kini masih ada tempat kosong sekitar 20 persen dengan tujuan kota-kota di Jawa seperti Jakarta dan Surabaya. Untuk mengurangi kepadatan pembelian tiket di reservasi, pihak Daop VI mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan agen-agen penjualan tiket, termasuk pemesanan melalui anjungan tunai mandiri dan kator pos.
Penerbangan
Asisten Manajer Pelayanan Bandara Adisutjipto Yogyakarta Hanad Prayitno mengatakan peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terasa. Jika pada hari biasa jumlah penumpang mencapai 3.500-4.000 orang, maka pekan ini rata-rata sudah mencapai 4.575 orang. Mereka menggunakan 38 penerbangan.
"Puncak penumpang diperkirakan terjadi 24 Desember. Kami memerkirakan jumlah penumpang saat itu bisa mencapai 5.000-an orang, dari total kursi 5.450 kursi yang tersedia, katanya.
Menurut Hanad tidak ada penambahan penerbangan ekstra baik dari maupun ke Yogyakarta. Ini dikarenakan ada enam maskapai yang telah menambah penerbangan pada bulan Desember ini, seperti Garuda Indonesia, Mandala, dan Batavia Air.
