KABUL, MINGGU - Kepala Staf Gabungan Militer AS Laksamana Mike Mullen, Minggu (21/12) di Kabul mengatakan, Pentagon akan mengirim 20.000-30.000 pasukan tambahan ke Afghanistan pada musim panas mendatang.
Dengan demikian, jumlah tentara AS yang berada di AS akan mencapai 60.000 personel. Pasukan tambahan ini termasuk tim medis, penerbang, dan lainnya.
Tahun ini merupakan tahun terberat bagi tentara AS di Afghanistan sejak invasi tahun 2001 guna memberangus kelompok Taliban, yang diduga melindungi pemimpin jaringan radikal al-Qaeda, Osama bin Laden.
Tentara AS menghadapi tantangan bom bunuh diri, berbagai ledakan di jalan-jalan yang semakin intens, dan pejuang Taliban yang telah menyusup hingga ke desa-desa di Afganistan, dan bahkan hampir mencapai Kabul, jantung Afghanistan.
"Taliban dan kaum ekstrimis semakin sulit diatasi. Mereka belum memenangkan peperangan, namun mereka telah meningkatkan tingkat kekerasan. Kami sangat fokus dalam hal ini. Maka itu penambahan pasukan menjadi sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Afghanistan," ujar Mullen dalam sebuah konferensi pers di Kabul.
Mullen mengatakan, setelah penambahan pasukan ini dilakukan, hanya perbaikan di pemerintahan Afghanistan dan situasi Ekonomi yang akan dapat menggerus tingkat pemberontakan.
Sebelumnya, para komandan pasukan di Afghanistan telah meminta 20.000 pasukan tambahan untuk membantu pasukan Kanada dan Inggris di dua provinsi di luar Kabul, dan di daerah Selatan.
Sementara itu, AS juga akan mengirim pasukan divisi pegunungan (Mountain Division Force) ke dua provinsi di luar Kabul, Wardak dan Logar. Di kedua provinsi ini, jumlah militan meningkat sejak tahun lalu. Selain itu, Menteri Pertahanan AS Robert Gates juga telah menyetujui pengiriman brigade penerbang dalam beberapa waktu ke depan.
Menurut Mullen, Afghanistan tidak pernah dipimpin oleh pemerintah pusat yang kuat, dan AS akan meminta kontribusi kelompok-kelompok masyarakat di Afganistan untuk memainkan peran yang lebih besar untuk strategi di masa mendatang.
Dia menyebut tujuan AS di Afghanistan sebagai hal yang pantas, dan mengatakan, visi AS jangka panjang adalah agar Afghanistan dapat memerintah dirinya sendiri, menghormati hukum internasional, dan memberikan kesejahteraan dan rasa aman kepada rakyatnya.
