SAMARINDA, SABTU — Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak berjanji akan membangun kawasan perbatasan Kalimantan Timur-Malaysia Timur. Awang mengakui daerah itu menjadi beranda negara, serta cukup rawan terhadap berbagai tindak kejahatan.
"Kami akui, selama ini kondisi kawasan perbatasan sangat rawan berbagai tidak kejahatan, baik illegal logging (tebang liar), pencurian ikan, penyelundupan, TKI gelap serta ancaman hilangnya wilayah teritorial," kata Awang Faroek di Samarinda, Sabtu.
Sebagai Gubernur Kaltim yang baru dilantik, Awang berjanji akan memerhatikan masalah perbatasan sebagai prioritas program kerjanya. "Pembangunan wilayah perbatasan memang memerlukan perhatian serius, apalagi karakteristiknya berbeda antara kawasan barat Kaltim, yakni di Kutai Barat yang berbatasan dengan Sarawak dan Kalteng serta di wilayah utara, antara Kabupaten Nunukan dan Sarawak yang juga berbatasan dengan wilayah Serawak dan Sabah," katanya.
Ia menjelaskan untuk wilayah Kutai Barat, perlu kerja sama dengan Provinsi Kalteng dalam membangun daerah itu, khususnya membenahi jalan yang menghubungkan dua provinsi di Kalimantan itu.
"Namun harus diingat bahwa sebagian jalan adalah tanggung jawab Pemkab Kutai Barat, sehingga jangan semuanya diserahkan ke Pemprov Kaltim, terutama yang menghubungkan antarkecamatan," kata Awang.
"Sedangkan untuk perbatasan dengan wilayah Sarawak, Malaysia Timur, maka menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi dan pusat yang didukung dana APBD provinsi dan APBN untuk membenahi infrastruktur di kawasan itu.
