Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 04:38 WIB
Rio Tinto PHK 14.000 Karyawan
Barratut Taqiyyah | Rabu, 10 Desember 2008 | 15:22 WIB
|
Share:

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Perajin di sentra industri logam rakyat di Ngingas, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (31/5), menyelesaikan pembuatan kotak pesanan perusahaan eksportir udang beku. Mereka hanya mengerjakan pesanan pelanggan di tengah kenaikan harga dan kesulitan bahan baku logam.

TERKAIT:

MELBOURNE, RABU — Perusahaan pertambangan ketiga terbesar dunia, Rio Tinto Group, akan mengeliminasi 14.000 pekerja dan memotong anggaran belanja pada tahun depan untuk mengurangi tingkat utangnya. Rio terpaksa melakukan kebijakan ini akibat krisis finansial global yang akhirnya menurunkan permintaan akan logam dunia.

Sejak dilakukannya review operasional perusahaan kuartal tiga pada 15 Oktober, “Kondisi permintaan logam semakin buruk. Alhasil, perusahaan harus melakukan prioritas melalui penghematan dan mengurangi jumlah utang jangka pendek,” jelas manajemen Rio dalam keterbukaan informasi di Bursa Australia hari ini. Jumlah pekerja yang akan dirumahkan itu setara dengan 14 persen dari 97.000 total pekerja Rio.

Sebelumnya, CEO Rio Tom Albanese juga sudah mendesak untuk melakukan rencana penjualan aset senilai 10 miliar dollar AS pada tahun ini seiring perlambatan ekonomi dan anjloknya harga komoditas. Rio berencana untuk mengurangi jumlah utang sekitar 10 miliar dollar AS pada akhir 2009. Ini merupakan kali kedua Rio melakukan pemangkasan utang. Sebelumnya, pada kuartal III lalu Rio sudah melunasi utang sebesar 3,2 miliar dollar AS dari total utang sebesar 38,9 miliar dollar AS.

“Kami akan meminimalkan operasional dan modal kerja ke level terendah hingga kami melihat ada tanda-tanda perbaikan di pasar kami. Selain itu, kami juga akan memperbanyak jumlah aset yang kami targetkan untuk divestasi,” jelas Albanese.

Credit Suisse Group AG pada 2 Desember lalu mengatakan, perusahaan kemungkinan besar akan menunda pembangunan proyek-proyek baru dan ekspansi tahun depan seiring menurunnya permintaan logam akibat krisis finansial.

Sementara itu, BHP Billiton Ltd juga menarik kembali penawarannya untuk mengakuisisi Rio secara paksa pada 25 November lalu senilai 66 miliar dollar AS. Itu dikarenakan Rio memiliki utang sebesar 42,1 miliar dollar AS. Selain itu, saat ini permintaan akan komoditas juga semakin turun. Catatan saja, Rio memangkas produksi biji besi pada bulan lalu sebesar 10% pada tahun ini yang disebabkan rendahnya permintaan dari produsen baja di China.

Sumber :
KONTAN