Laporan Wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, SENIN - Persaingan yang ketat di dunia bisnis jual beli sapi dan kambing, terutama menjelang Idul Adha membuat pelaku usaha memutar otak. Banyak cara yang dilakukan untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen. Tak hanya demi meraup keuntungan, tapi juga membantu umat Muslim yang ingin berkurban agar terhindar dari keragu-raguan.
Nah, ada banyak usaha jual beli hewan kurban. Semakin hari, yang tren adalah semacam Event Organizer untuk pengadaan, pemotongan, hingga pembagian hewan kurban. Ingin Tahu? Mari, kita intip kesibukannya di Hari Raya Idul Adha ini.
Di kawasan Minangkabau Dalam II, Jakarta Selatan, puluhan orang menyaksikan penyembelihan hewan kurban, tepat di perayaan Hari Raya Idul Adha, Senin (8/12). Tempat itu adalah Al Arofah, sebuah usaha jual beli hewan kurban. Tapi, tak sekadar transaksi jual beli. Pemilik Al Arofah, Adam Rais mengatakan, usaha yang telah dijalankan sejak tahun 1960-an itu mengutamakan pelayanan kepada pelanggan.
"Persaingan semakin ketat sekarang. Kita juga ingin orang yang berkurban yakin bahwa hewan yang dikurban disembelih, dibagikan da kondisinya sesuai dengan syariah agama. Misalnya, memperhatikan cara penyembelihan sesuai yang ditentukan Islam, kondisi hewannya juga. Kami memberi garansi," kata Adam.
Kondisi hewan yang dimaksud, ada jaminan bahwa hewan kurban tidak dalam keadaan cacat. Hal ini menjadi syarat dari hewan kurban. "Kalau ada yang cacat, langsung kami ganti," ujarnya.
Biasanya mereka yang memesan hewan kurban ke Adam, langsung satu paket dengan penyembelihan dan pemotongan. Dua kegiatan terakhir, diberikan secara gratis. Bagaimana pembagiannya? "Tergantung sama konsumen. Ada yang mau membaginya sendiri. Ada juga yang menitipkan agar kami yang membagi. Untuk itu, kami sudah ada panti asuhan untuk disalurkan," ujar bapak dua anak ini.
Saat ini, untuk menjalankan usahanya, Adam mempekerjakan 35 orang yang terbagi dalam beberapa bagian kerja. "Semua paket itu tidak disediakan oleh pedagang musiman yang berjualan saat Idul Adha saja," lanjutnya.
Pelanggannya tak tanggung-tanggung, perusahaan besar, Kedutaan Besar Malaysia, hingga mantan Wakil Presiden Hamzah Haz. Hanya saja, pada tahun ini, diakuinya ada penurunan pesanan akibat krisis ekonomi. Apalagi, harga hewan juga mengalami kenaikan hingga 30 persen.
Kenapa Memesan Hewan Kurban via "EO"?
Biasanya, umat Muslim menyalurkan hewan kurban melalui masjid-masjid atau panitia pengadaan hewan kurban yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Dengan adanya usaha jual beli yang menawarkan paket hingga ke pembagian, tentunya menjadi lebih memudahkan.
Ibu Effendi, warga Rawasari, Jakart Pusat sudah 3 tahun terakhir selalu menggunakan jasa Al-Arofah. Alasannya, ia lebih yakin bahwa penyembelihan hewan dilakukan sesuai syariah agama.
"Di sini udah biasa. Kalau pake yayasan gini, kita yakin karena mereka ngerti agama. Terus punya dokter hewan sendiri, jadi nggak ragu dengan kualitas hewannya. Kalau pembagian saya bagi sendiri, utamanya ke orang-orang terdekat yang nggak mampu. Misalnya lewat masjid, kan kita nggak bisa menentukan mau dikasih siapa. Tapi tergantung masing-masing orang ya," papar Ibu Effendi yang berkurban 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing bersama seluruh keluarga besarnya.
Adam juga mengatakan, hewan-hewan yang didatangkannya dari sejumlah wilayah di Jawa Tengah diperiksa kesehatan secara berkala dan dipantau kesehatannya hingga tak tertular berbagai penyakit.
