Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 04:37 WIB
Adam Rais, Pewaris 'Tahta' Penyembelih Hewan Kurban
Inggried Dwi Wedhaswary | Senin, 8 Desember 2008 | 12:39 WIB
|
Share:
KOMPAS.COM/ INGGRIED DWI WEDHASWARY
Adam Rais, generasi keempat penyembelih dan pemilik usaha Al Arofah, usaha jual beli sapi dan kambing kurban.
Foto:

Laporan Wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, SENIN - Ada cerita dibalik cerita. Perayaan Hari Raya Idul Adha, selalu identik dengan pembagian daging hewan kurban bagi kaum dhuafa yang berhak menerimanya. Namun, satu kisah menarik disimak. Kisah sang 'penjagal', alias orang yang melakukan penyembelihan terhadap hewan kurban.

Ternyata, menyembelih hewan kurban tak bisa sembarangan. Ada berbagai macam syarat yang harus dipenuhi. Dalam suatu perjalanan, terlihat seorang pria 30-an tahun membonceng sepeda motor yang dipacu dengan kecepatan tinggi. Pria itu adalah Adam Rais (38). Rupanya, ia baru saja menyembelih hewan kurban berupa 9 ekor sapi dan 50 ekor kambing di Bank DKI Jakarta.

Kemudian, ia masih ditunggu pula untuk mengikuti penyembelihan puluhan bahkan ratusan ekor hewan kurban di kantornya, di kawasan Minangkabau Dalam II. "Tahun ini saya dapat pesenan 50 ekor sapi dan 400-an ekor kambing," kata Adam, Senin (8/12).

Selain mempunyai usaha jual beli hewan kurban, Adam juga mempunyai keahlian menyembelih. Sebuah keahlian yang dipelajarinya secara otodidak. Sebab, kakek buyut, kakek dan ayahnya juga seorang penyembelih.

Ia adalah generasi keempat yang mewarisi usaha dan keahlian menyembelih. Usaha "Al-Arofah" yang telah berjalan sejak tahun 1960 pun berada di bawah kendalinya. Apa saja syarat menyembelih hewan kurban? "Pisau harus tajam. Ketika menyembelih harus menghadap kiblat, membaca nawaitu (niat) kurban itu untuk siapa dan lehernya harus putus," kisah Adam. Lanjutnya, "Keahlian ini nggak pakai sekolah, karena pengalaman dan warisan orangtua saja, hahaha."

Pisau untuk menyembelih andalan Adam merupakan pisau buatan Jerman cap Garpu yang berharga Rp1 juta-an. Ada beda, antara pisau untuk menyembelih kambing dan sapi. Untuk menyembelih sapi, menurutnya lebih sreg menggunakan pisau yang agak tipis buatan Jepang. "Pisau buatan Jerman dan Jepang logamnya lebih bagus," kata Adam.

Sebelum memotong, seorang penyembelih juga harus mengetahui bagaimana teknik mengunci hewan yang akan disembelih agar tidak mengamuk. "Teknik menguncinya, dengan membanting. Itu pun nggak sembarangan membanting harus tahu tekniknya. Kalau saya sih sudah menjadi hobi," tutur Adam.

Pada Idul Adha tahun ini, Adam menerima pesanan dan penyembelihan hewan kurban sepanjang hari ini, hingga esok hari. Jasa penyembelihannya diberikan gratis, sebagai bagian dari paket hewan kurban.