ATLANTA, KAMIS — Kematian akibat penyakit measles atau campak menurun secara dramatis di seluruh dunia, sekitar 200.000 setiap tahun. Dari tahun 2000 hingga 2007, kematian akibat penyakit ini tiarap hingga 74 persen akibat kampanye vaksinasi besar-besaran. Demikian laporan dari lembaga kesehatan dunia, WHO, Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention-CDC), dan organisasi lain.
Campak sudah sejak lama menjadi penyebab kematian nomor satu pada anak-anak dan masih berpotensi membunuh lebih dari 500 anak setiap hari. Namun, WHO memperkirakan 11 juta kematian dapat dihindari dan dapat diturunkan.
Perkembangan yang dramatis terlihat di Afrika dan negara-negara timur tengah, seperti Afganistan dan Pakistan, di mana kematian akibat campak anjlok hingga 90 persen. Kemajuan yang agak seret terlihat di Asia Tenggara di mana kasus kematian campak menduduki angka tertinggi saat ini.
Laporan CDC dan WHO ini muncul di Measles Initiative, Selasa pekan ini. Tahun lalu, dalam tulisan, dilaporkan kematian akibat campak menurun hingga 60 persen dari tahun 1999 sampai 2005.
Campak justru bangkit kembali di Amerika Serikat, di mana kasus yang terjadi tahun ini merupakan angka yang tertinggi selama satu dekade dengan total kasus sebesar 130. "Ironis sekali," ujar Dr Anne Schuchat, Direktur CDC Nasional, Pusat Penyakit Pernapasan dan Imunisasi. Kasus kematian akibat campak terjadi, terutama pada anak yang orangtuanya menolak vaksinasi. Meski begitu, kematian akibat campak jarang terjadi di Amerika Serikat.
