Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 05:35 WIB
Kasus Suap Merongrong Keluarga Mantan Presiden Korsel
Jimmy Hitipeuw | Senin, 1 Desember 2008 | 14:01 WIB
|
Share:

Getty Images/AHN YOUNG-JOON
Roh Moo-hyun

SEOUL, SENIN — Beberapa jaksa penuntut memeriksa kakak mantan Presiden Korea Selatan Roh Moo-hyun mengenai dugaan pengaruh yang digunakannya terhadap penjualan sebuah firma yang terancam bangkrut ke sebuah bank yang disupervisi oleh negara. Roh Gun-pyeong (66) diduga menerima uang untuk membantu firma keuangan Sejong Capital menjual unit usahanya Sejong Sekuritas ke Federasi Koperasi Pertanian Nasional yang dikenal dengan sebutan Nonghyup pada 2006 saat adiknya masih menjabat sebagai Presiden Korea Selatan.

Roh Gun-pyeong membantah tuduhan tersebut. Mantan Presiden Roh Moo-hyun diyakini tak terlibat dalam tuduhan ini.

Nonghyup merupakan koperasi petani terbesar di Korea Selatan yang menawarkan sejumlah pelayanan perbankan. Organisasi ini merupakan badan independen, tetapi berdasarkan undang-undang yang berlaku di Korea Selatan, pemerintah berwenang mengawasi operasinya.

Laporan media Korea Selatan menyebutkan, Ketua Sejong Capital Hong Ki-ok yang diduga mencari bantuan Roh Gun-pyeong untuk mendapatkan dana talangan karena kedekatannya dengan Kepala Nonghyup tersebut. Hong diduga telah mengeluarkan dana senilai 2 juta dollar AS ke dua perantara di mana sebagian dana tersebut telah dialihkan ke Roh Gun-pyeong.

Hong dan dua pialang telah diringkus terkait dengan skandal tersebut. Roh Moo-hyun menjabat sebagai Presiden Korea Selatan dari tahun 2003 hingga 2008.

Sumber :
AP