NEW YORK, SABTU - Nilai saham di bursa Wall Street, New York, mengakhiri pekan penuh keguncangan setelah melalui tahap kemerosotan dan pemulihan sebelum kembali menukik pada saat investor merespon secara negatif laporan ekonomi terbaru di AS. Hal ini mengakibatkan indeks industrials Dow Jones merosot 337 poin atau 3,82 persen serta ditutup pada 8.497.
Indeks terkemuka lainnya seperti Standard & Poor’s 500 merosot lebih dari 4 persen. Kemerosotan nilai saham Wall Street telah diantisipasi oleh pasar setelah mengalami kenaikan besar Kamis (13/11) dengan rally Dow Jones lebih dari 550 poin setelah hampir menyentuh level terendah tahun ini.
Namun, pasar kembali diguncangkan oleh laporan ekonomi yang tak memuaskan termasuk komentar dari Ketua Bank Sentral AS Ben Bernanke bahwa pasar masih berada di bawah tekanan. Ben Bernanke juga melaporkan penjualan ritel pada Oktober lalu yang anjlok.
Laporan dari Bernanke itu dan kepastian tentang telah terperosoknya zona euro ke dalam resesi mengakibatkan nilai dollar AS melemah terhadap euro menjelang dilangsungkan pertemuan G20 akhir pekan ini di Washington.
Nilai euro menguat menjadi 1,2797 di bursa valas New York setelah sehari sebelumnya berada pada 1,2695. Sementara nilai poundsterling Inggris, yang mencapai rekor terendah pada 6 1/2 tahun terakhir terhadap dolar dan rekor terendah baru terhadap euro Kamis (13/11), kembali pulih menjadi 1,4949 dollar AS apabila dibandingkan penutupan transaksi Kamis lalu pada 1,4671 per dollar AS.


