Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 14:13 WIB
SBY ke G20 Jangan Minta Utang
Hamzah | Kamis, 13 November 2008 | 14:28 WIB
|
Share:

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Koalisi Anti Utang dan Aliansi Rakyat Pekerja Yogyakarta berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur DI Yogyakarta, Selasa (15/4). Mereka menolak penambahan utang negara karena dinilai akan membuat Indonesia semakin terpuruk.

TERKAIT:

JAKARTA, KAMIS - Keberangkatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke KTT G20, disorot oleh Koalisi Anti Uang (KAU). Mereka pesimis agenda yang dibawa SBY bisa menyelesaikan dampak krisis yang menimpa bangsa Indonesia.

Menurut Ketua KAU Dani Setiawan, jika presiden paham akan misinya di G20, maka dia akan memainkan peranan penting untuk mengangkat Indonesia keluar dari krisis, setidaknya mewakili negara-negara di Asia Tenggara yang terimbas krisis.

"Karena Asia Tenggara merupakan wilayah yang paling terimbas akibat krisis yang melanda Amerika dan Eropa, jadi harus ada solusi serta kebijakan kongkrit dalam menanganinya. Namun bukan dengan meminta utang baru ke IMF dan Bank Dunia," kata Dani di Jakarta, Kamis (13/11).

Dani mengatakan krisis yang melanda Indonesia saat ini lebih dikarenakan ketergantungan pemerintah kepada pihak asing, terutama IMF dan Bank Dunia. "Jadi sebaiknya dalam G20 pemerintah tidak perlu mencari utang lagi, karena ujung-ujungnya akan menyengsarakan seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.

Saat ini yang diperlukan bangsa Indonesia, kata Dani, hanya dorongan pada sektro riil untuk pemberdayaan usaha di dalam negeri. "Karena bila kondisi UKM dalam negeri mampu berjalan dengan baik, saya yakin Indonesia tidak akan terpengaruh dan tergantung dengan pihak asing, terutama IMF dan Bank Dunia," ujarnya.