Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 04:27 WIB
Lagi, AS Tawarkan Pinjaman untuk KPR Bermasalah
Barratut Taqiyyah | Rabu, 12 November 2008 | 13:55 WIB
|
Share:

NEW YORK, SENIN — Sekali lagi, Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengajukan penawaran lain untuk membantu kredit perumahan bermasalah. Namun, bersamaan dengan itu banyak pula kritik yang bermunculan karena menganggap bantuan tersebut masih dirasa kurang.

Rencana penyelamatan tersebut diumumkan pada Selasa kemarin oleh pejabat Pemerintah AS. Perusahaan kredit perumahan terbesar, Fannie Mae dan Freddie Mac, ikut andil dalam rencana tersebut. Dalam penawaran kali ini persyaratan pinjaman semakin diperlonggar.

Misalnya saja para peminjam akan mendapatkan potongan dari bunga pinjaman atau jangka waktu pengembalian yang lebih lama dibandingkan dengan yang lain. Dengan demikian, pelunasan pembayaran pun akan menjadi lebih terjangkau.

Hanya, rencana ini lebih memfokuskan pada pinjaman yang diberikan atau digaransi oleh Fannie dan Freddie. Sebab, mereka berdua adalah pemain dominan dalam pasar kredit perumahan di AS. Sheila Bair, chairman Federal Deposit Insurance Corp mengatakan bahwa rencana tersebut memang sangat dibutuhkan untuk mengatasi pasar kredit perumahan yang semakin mengkhawatirkan saat ini.

Dengan adanya pengeluaran hingga miliaran dolar kepada sejumlah bank bermasalah, Bair beranggapan, kredit mortgage juga butuh perhatian khusus. “Banyak sekali para peminjam kredit perumahan yang bermasalah,” jelas Bair.

Asal tahu saja, krisis perekonomian saat ini masih membayangi Wall Street. Sejumlah saham-saham besar mengalami penurunan tajam. Sebut saja Starbucks Corp dan Toll Brothers Inc yang kemarin baru saja membukukan kinerja yang mengecewakan. Alhasil, indeks Dow Jones pun langsung tersungkur 180 poin. 

Sebelumnya, bantuan terhadap kredit perumahan sudah diumumkan pada September lalu oleh Federal Housing Finance Agency yang dikontrol oleh Fannie dan Freddie.

Para pejabat pemerintahan berharap, dengan adanya pendekatan baru yang akan berlaku mulai 15 Desember mendatang, akan menjadi contoh bagi perusahaan jasa keuangan yang menerima pembayaran kredit perumahan dan mendistribusikannya kepada investor.

Meski demikian, pejabat pemerintahan AS tidak dapat memperkirakan seberapa banyak pemilik perumahan yang akan bisa memenuhi standar yang ditetapkan. Fannie dan Freddie memiliki atau menjamin kredit perumahan sebesar 31 juta dollar AS.