VLADIVOSTOK, SENIN - Tim investigasi Rusia memastikan gas beracun yang mematikan menjadi penyebab kematian 20 awak dan pekerja pada kapal selam Rusia di Laut Jepang, Sabtu. Para petinggi Angkatan Laut Rusia, pejabat pemerintah, dan keluarga korban, Senin (10/11), berkumpul memberikan penghormatan terakhir bagi korban.
Suasana berkabung terasa di Vladivostok, pangkalan AL Rusia di wilayah Pasifik. Para pejabat dan keluarga berkumpul di Bolshoi Kamen, lokasi galangan kapal tempat kapal selam bertenaga nuklir jenis K-152 Nerpa itu dibuat. Galangan ini berada sekitar 100 kilometer arah timur Vladivostok.
"Versi resmi awal adalah tidak berfungsinya sistem pemadam api," ujar Sergei Lelyukhin, pejabat lokal, menjelaskan. Panglima AL Rusia Laksamana Vladimir Vysotsky juga hadir di sana.
Ini merupakan musibah terburuk yang menimpa sebuah kapal selam nuklir Rusia sejak kasus kapal selam Kursk di Laut Barents tahun 2000. Saat itu terjadi ledakan dalam kapal selam Kursk sehingga tenggelam.
Lelyukhin menjelaskan, munculnya gas freon beracun yang dipompakan secara otomatis ke dalam kapal selam setelah kebakaran menjadi penyebab kematian para awak dan pekerja. Mereka kehabisan oksigen. Biasanya, dalam kasus kebakaran, awak kapal selam dilengkapi masker antigas beracun. Masih ada 21 korban yang cedera.
Kapal selam ini sedang dalam uji berlayar di Laut Jepang sebelum akan disewakan kepada AL India, dengan bayaran ratusan juta hingga miliar dollar AS per unit. India dilaporkan berniat menyewa dua kapal selam ini, dengan opsi kemungkinan membelinya. (AFP/Reuters/PPG)
