SINGAPURA, SELASA - Maskapai Singapore Airlines (SIA) mengatakan Selasa (4/11) akan memotong biaya tambahan untuk bahan bakar (fuel surcharge) untuk tiket penerbangan hanya bagi penumpang kelas ekonomi dan bisnis.
Biaya tambahan bahan bakar itu akan dikurangai berkisar antara empat dan 15 dollar AS untuk rute penerbangan dari Singapura ke Asia Tenggara, Eropa, Afrika Selatan, dan Amerika Utara dan beberapa destinasi di Asia Timur, Australia dan Selandia Baru
Maskapai penerbangan itu juga mengurangi pungutan bahan bakar pada penerbangan antara Dubai dan Istanbul, Dubai dan Moskwa, dan dari Bangkok ke Tokyo, katanya dalam sebuah pernyataan.
Penumpang kelas utama akan tetap membayar biaya yang sama untuk fuel surcharge antara 36 dan 100 dollar AS.
Mengenai kebijakan mengenakan biaya yang lebih murah terhadap kelas ekonomi dan bisnis, SIA mengatakan,"Ini untuk memperlakukan secara adil biaya bahan bakar dan bobot pelayanan di masing-masing kelas berbeda."
Kebijakan itu akan mulai berlaku bagi tiket yang dikeluarkan pada Jumat (7/11), kata maskapai itu. Anak perusahaan regional SIA, SilkAir, juga mengumumkan pemotongan fuel surcharge untuk penumpang kelas ekonomi dan bisnis mulai Jumat.
Pengurangan pungutan untuk bahan bakar itu menyusul penurunan harga minyak yang tajam dari rekor sejarah di atas 147 dollar AS per barel pada Juli. Saat ini harga minyak Brent di London tengelam di bawah 59 dollar AS per barel pada Selasa menjadi 58,38 dollar, level terendah sejak Februari 2007, karena kekhawatiran melemahnya permintaan energi di Eropa dan Amerika Serikat.

