MANILA, SELASA — Eliseo dela Paz adalah seorang pensiunan jenderal kepolisian Filipina. Dia sedang jadi berita besar di Filipina. Pasalnya, dia dan tujuh anggota dari Kepolisian Nasional Filipina (PNP) ditahan petugas Bea dan Cukai Moskwa, Rusia, Sabtu (11/10).
Dela Paz dan ketujuh polisi itu ditahan dengan kecurigaan hendak menyelundupkan uang tunai 133.000 dollar AS (Rp 1,29 miliar). Dela Paz dan rekannya berada di Rusia untuk menghadiri Sidang Umum Interpol yang berlangsung di St Petersburg, 7-10 Oktober. Moskwa, kota transit mereka, hanya mengizinkan setiap orang membawa uang tunai maksimal 10.000 dollar AS.
Saat hendak keluar dari Moskwa, mereka ditahan karena tidak bisa menjelaskan untuk apa mereka membawa uang sebanyak itu. Dela Paz baru bisa kembali ke Manila, Selasa (21/10), sementara polisi lainnya sudah pulang lebih dulu.
Namun, Dela Paz tidak bisa membawa pulang semua uang itu karena Bea dan Cukai Moskwa harus mendapatkan penjelasan soal maksud dan tujuan dari uang sebanyak itu.
Saat tiba di Manila, mantan petugas kontrol keuangan di PNP meminta maaf karena penahanan di Moskwa itu telah menyebabkan rusaknya reputasi kepolisian Filipina.
Dela Paz mengatakan, uang itu diambil dari kas PNP untuk biaya tak terduga dalam perjalanan ke Rusia. ”Saya meminta maaf dan saya jujur mengatakan tidak ada niat apa pun dan tidak pernah berbuat apa pun yang ilegal selama menjabat,” kata Dela Paz, yang pensiun pekan lalu.
Tujuan ke Singapura
Menteri Dalam Negeri dan Pemerintahan Lokal Filipina Ronaldo Puno mengatakan, tindakan Dela Paz dan rekannya membawa uang sebanyak itu tidak dengan seizin pemerintah.
Menurut Senator Miriam Defensor-Santiago, Selasa, di situs ABS-CBN, hampir bisa dipastikan Dela Paz dan petinggi PNP hendak mencuci uang itu sebelum tertangkap di Moskwa. ”Artinya, uang itu haram, bukan dana darurat,” katanya.
”Mereka bermaksud berangkat ke pusat-pusat keuangan, mungkin saja Hongkong, Dubai, atau Singapura. Mereka hendak menabung uang itu di sana,” tutur Santiago. (AFP/MON)


