MEXICO CITY, MINGGU - Puluhan ribu warga Meksiko turun ke jalan-jalan di Mexico City untuk menuntut pemerintah mengambil tindakan tegas menghentikan arus aksi kekerasan dalam bentuk pembantaian, penculikan, serta penembakan. Dengan memikul rasa frustasi, sebagian besar demonstran membawa sejumlah foto orang-orang yang memiliki kedekatan hubungan dengan mereka dan belum diketahui nasibnya akibat menjadi korban penculikan.
Lautan demonstran yang mengenakan pakaian putih dan membawa lilin memadati rute sepanjang 4 kilometer dari monumen Angel of Independence hingga ke alun-alun utama Zocalo di Mexico City. Diperkirakan jumlah demonstran mencapai 50.000 orang.
Romana Quintera (72) membawa foto seorang cucu laki-lakinya yang diculik 5 tahun lalu. Penculik yang meminta tebusan menerobos masuk ke kediaman Romana dan membunuh keponakan perempuannya.
Dua orang telah dipenjara karena aksi penerobosan ke rumah Romana. Namun, kedua orang itu menolak menyebutkan nasib cucu Romana dan pihak penyidik telah berhenti melanjutkan penyelidikan.
"Kami putus asa. Kamis telah berjuang selama 5 tahun. Kami menginginkan jawaban," kata Romana sambil mencoba menahan linangan air mata. "Kami telah meminta pemerintah dengan penuh harap agar lebih peka. Mungkin mereka tidak pernah mengalami hal ini sehingga mereka menjadi kurang peka."
Unjuk rasa massal ini merupakan tantangan yang harus dijawab oleh pemerintah Meksiko Presiden Felipe Calderon. Calderon telah menjadikan penumpasan kriminalitas sebagai prioritas agenda kerjanya dengan mengerahkan lebih dari 25.000 tentara dan polisi federal untuk membersihkan wilayah Meksiko dari kartel obat bius.
Meskipun diadakan penangkapan terhadap sejumlah gembong obat bius, hanya sedikit saja dampaknya terhadap penurunan aksi kekerasan. Kasus pembunuhan telah meningkat saat kartel obat bius saling terlibat pertikaian untuk memperebutkan kekuasaan rute penyelundupan.
Di negara bagian Chihuahua saja, lebih dari 800 orang meninggal tahun ini atau meningkat 2 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu akibat pertikaian antar geng. Dalam pekan ini saja, puluhan jasad tanpa kepala ditemukan di Semenanjung Yucatan, lokasi resor pantai yang sangat terkenal di Meksiko, Cancun.
Lebih dari separuh polisi di Meksiko hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar sehingga sulit untuk mendapatkan pangkat dan gaji yang lebih tinggi. Masalah ini yang mengakibatkan sebagian besar dari mereka tergiur untuk bergabung dengan geng-geng kriminal yang menjanjikan bayaran lebih tinggi.
"Polisi adalah aparat buta huruf, menjengkelkan,tambun, tua serta korup," kata Herberto Ortega, sekretaris keamanan publik di Aguascalientes, sebuah negara bagian kecil di utara Mexico City. "Itulah sebabnya reaksi mereka menghadapi aksi kriminal lamban."

