KUALA LUMPUR, RABU — Pemerintah Malaysia akan tetap menyimpan berkas sidik jari dan foto imigran gelap yang ditangkap lalu dipulangkan dari Sabah untuk mencegah mereka kembali.
Wakil Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, selama sepekan lalu sekitar 500 imigran gelap yang sebagian besar warga Filipina ditangkap dalam operasi besar di Sabah. Demikian dilaporkan harian The Star dan New Straits Times, Rabu (13/8).
Pemerintah memperkirakan, jumlah imigran gelap di Sabah sekitar 130.000 orang. Namun, para politisi di negara bagian itu yakin jumlah ini beberapa kali lipat dan itu menjadi penyebab meningkatnya angka kriminalitas dan pengangguran warga Malaysia.
Pernyataan Najib itu dilontarkan kepada wartawan saat mengunjungi Sabah, Selasa. Ia mengatakan, sidik jari dan foto para imigram itu diambil sebelum mereka dipulangkan ke negara masing-masing. "Kalau mencoba kembali lagi secara ilegal, mereka pasti ditolak," kata Najib.

