DEN HAAG, KAMIS - Otak genosida Serbia-Bosnia, Radovan Karadzic (63) untuk pertama kalinya menjadi sorotan perhatian publik dunia saat hadir di Pengadilan PBB (Pengadilan Internasional terhadap Penjahat Perang Bekas Yugoslavia/ICTY) di Den Haag, Belanda, Kamis (31/7) ini. Mantan pemimpin Serbia Bosnia yang sempat menjadi buronan selama 13 tahun untuk pertama kalinya akan menghadiri proses hukum yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa tahun.
Karadzic akan menghadapi 11 dakwaan, antara lain genosida, kejahatan perang, kejahatan kemanusiaan, dan kejahatan yang lain, di pengadilan di Den Haag. Hampir semua dakwaan itu terkait dengan pengepungan kota Sarajevo selama 43 bulan, hingga menewaskan 12.000 orang. Selain itu, juga pembunuhan massal terhadap 8.000 warga Muslim Bosnia di Srebrenica. Saat perang Bosnia pun Karadzic didakwa mengeluarkan perintah ”pembersihan etnis” warga non-Serbia.
Radovan Karadzic akan hadir dalam persidangan yang dipimpin oleh hakim Belanda Alphons Orie. Apabila terbukti bersalah, Karadzic terancam hukuman penjara seumur hidup. Orie dijadwalkan akan meminta Karadzic memastikan identitasnya dan membacakan 11 dakwaan sebelum menanyakannya apakah akan mengajukan banding.
Ini merupakan kehadiran pertama Karadzic di hadapan publik sejak diringkus pada 21 Juli lalu di atas sebuah bus di Belgrade. Saat itu, rupa Karadzic sulit untuk dikenal dengan wajahnya yang berjanggut putih lebat. Dalam persidangan pertamanya Kamis ini, Karadzic menolak untuk ditemani oleh pengacara.

